Pembunuhan Orangutan Harus Ditindak

2011-09-29 06:34:39

2011-09-29  06:34:30

SAMARINDA, Lembaga Swadaya Masyarakat Centre for Orangutan Protection (COP) mendesak Kementerian Kehutanan dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan pengusutan terhadap kasus pembantaian orangutan.
Hal itu dikarenakan, orangutan hingga saat ini masih tergolong hewan yang dilindungi.
Penyampaian ini diungkapkan juru kampanye COP HArdi Bakdiantoro kepada Poskota Kaltim melalui siaran persnya Rabu (28/9) kemarin.
Hardi menegaskan bahwa, kejadian itu bukan merupakan konflik antara manusia dan orangutan, tetapi lebih cenderung ke arah pemusnahan.
"Padahal komitmen dan dukungan masyarakat internasional juga terus mengalir melalui beragam proyek konservasi, dari riset di alam hingga rehabilitasi. Hanya saja memang domain Kementerian Kehutanan masih kurang yakni penegakan hukum. Tanpa penegakan hukum, maaf, pembantaian ini akan terus terjadi. Dokumen-dokumen Rencana Aksi tidak akan menolong orangutan, upaya evakuasi hanya upaya sementara untuk menghindarkan orangutan dari pembunuhan, bukan solusi permanen dan orangutan yang akan dilepasliarkan hanya akan dibantai pemburu atau terpaksa dievakuasi lagi jika penegakan hukum tidak berjalan,” kata Hardi.
Dari itu lanjutnya, COP dan masyarakat pencinta orangutan mendesak Kementerian Kehutanan, untuk melakukan penegakan hukum terkait dengan pembantaian orangutan yang dianggap sebagai hama di areal perkebunan-perkebunan kelapa sawit.
Hardi mengatakan, pihak yang memiliki wewenang untuk melakukan tindakan hukum kepada orang-orang yang diduga melakukan pembantaian terhadap satwa yang dilindungi itu adalah Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
"Tanpa penegakan hukum, pembantaian terhadap orangutan (pongo pygmaeus) itu akan terus terjadi," Tegasnya.
Pada kesempatan itu, Hardi mengatakan bahwa dokumen-dokumen rencana aksi tidak akan menolong orangutan, upaya evakuasi hanya bersifat sementara menghindarkan orangutan dari pembunuhan.
Orangutan yang akan dilepaskan kembali ke alam liar hanya menunggu untuk diburu dan dibunuh atau dengan terpaksa harus diselamatkan kembali apabila tidak ada proses penegakan hukum.
"Kita harus berani melihat kenyataan bahwa tidak ada kemajuan yang berarti. Tidak ada alasan satwa-satwa ini tidak dilindungi karena aturan hukumnya sudah jelas," tegas Hardi.
Sementara itu berdasarkan data dari COP, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA Kaltim) dan Centre for Orangutan Protection  (COP) telah mengevakuasi sedikitnya 4 (empat) orangutan dari Muara Kaman, di sekitaran kawasan konsesi PT. Khaleda, anak perusahaan Metro Kajang Holdings Berhad Malaysia dan PT. Anugerah Urea Sakti.  Hingga hari ini tidak ada yang dipenjara meskipun para pemburu bayaran itu telah mengaku telah membunuhi induk orangutan dan para pekerja mengaku telah menyebarkan pisang yang sudah disemprot Furadan untuk meracuni orangutan.
Situasi yang sama juga terjadi di Muara Wahau. Pada tanggal 26 Juli 2011, BKSDA dan COP terpaksa mengevakuasi dua orangutan. Satu induk orangutan diidentifikasikan telah dibunuh para pekerja sawit Makin Group. Kuburannya dibongkar untuk mengetahui penyebab kematiannya. Mayat orangutan tersebut babak belur seperti terkena pukulan yang berulangkali, kedua pergelangan tangannya luka dan jarinya putus.
Di Kalimantan Tengah, COP mengidentifikasi satu tengkorak orangutan di sekitaran areal konsesi PT TASK dan mengevakuasi tiga anak orangutan yang ditangkap masyarakat. COP juga menemukan empat tengkorak orangutan di areal konsesi Wilmar Group pada tanggal 20 Agustus 2011. M4n

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

Kamis 18 September 2014
Kamis 18 September 2014
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 2468 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...