27 Perusahaan Bersaing Bangun Sisi Darat BSB2011-09-29 06:35:37
SAMARINDA, Sedikitnya 27 perusahaan dipastikan mengikuti proses lelang sebagai pemenangan kontraktor pembangunan Proyek Bandara Samarinda Baru (BSB) Sungai Siring untuk kontruksi dari sisi darat yang sedianya saat ini telah menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Demikian dinyatakan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kaltim Zairin Zain ketika ditemui wartawan usai pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Bupati dan Walikota se Kaltim bersama Gubernur Kaltim di Lamin Etam Samarinda. Dijelaskannya, saat ini dari sebanyak 27 penawar perusahaan berkasnya baru dimasukan dalam dokumen lagi. “Satu hingga dua minggu ke depan lah proses perkasnya baru dapat diketahui. Kemudian, diverifikasi kembali siapa yang masuk bakal menjadi pemenangnya. Ya bisa sampai 3 hingga 5 yang akan masuk verifikasi nanti,” ujar Zairin Zain ketika ditemui media ini disela-sela Rakoor Gubernur dengan bupati/walikota se Kaltim di Pendopo Lamin Etam Rabu (28/9) kemarin. Diakuinya, proses lelang ini baru dalam tahap pertama dilakukan. Sedangkan mengenai pemenangnya setelah dilakukan verifikasi, Zairin menyebut cuma satu pemenang yang nantinya akan menjadi kontraktor pembangunan BSB ini. “Ini baru tahap pertama. Kemudian, mengenai dari mana saja perusahaan yang mengikuti lelang, yakni paling banyak dari BUMN dan Swasta murni. Yang jelas, terbanyak yang masukkan dokumen dari perusahaan BUMN,” jelasnya. Lantas bagaimana dengan kontraktor sebelumnya, seperti PT NCR apakah mereka juga turut serta mengajukan penawaran diri untuk bersaing menjadi kotraktor selanjutnya. Zairin menyebut, NCR tentunya tidak ikut lagi. “Mereka sudah tidak ada lagi ikuti proses ini. Sedangkan mengenai biaya pembangunan BSB nanti, Insya Allah akan menggunakan APBD, yakni yang akan dilelang nanti pembangunan proyek sisi daratnya,” ungkapnya. Sementara itu, untuk diketahui bahwa pembangunan sisi darat tahun ini dianggarkan dari APBD Kaltim sebesar Rp 156.174.367.500, di mana saat ini masih menunggu desain perencanaan yang sedang ditender. Sedangkan total pembangunan sisi darat adalah Rp 600 miliar yang dialokasikan dengan sistem tahun jamak hingga 2013. Selain itu, sebelumnya, Karo Humas dan Protokol Setprov Kaltim menyebut bahwa untuk paket supervisi manajemen konstruksi, nilainya Rp 4,25 miliar dan masih dalam proses tender. “Kira-kira September atau Oktober baru jalan (pembangunannya),” tandasnya. Sedangkan mengenai pemindahan bandara pada akhir tahun ini, ia menyebut, tentunya itu merupakan target Pemprov. “Oleh karena itu, kami merasa perlu membentuk tim,” pungkasnya. Sedangkan siapa saja yang termasuk dari tim tersebut, yakni terdiri dari Gubernur, DPRD Kaltim, Walikota, serta DPRD Samarinda ini diharapkan dapat bekerja sama.mar
|