Sidang Istimewa DPRD Kukar Memperingati HUT Kota Tenggarong.2011-09-30 14:50:59
TENGGARONG, DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Rapat Paripurna Istimewa dengan acara pengucapan sumpah Ketua DPRD Kukar sisa periode 2009-2014 dan mendengarkan pidato Bupati Kukar memperingati HUT ke-229 Kota Tenggarong, Rabu (28/9) di Gedung Putri Karang Melenu (PKM) Tenggarong Seberang. Rapat istimewa yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD sementara Didik Agung Eko Wahono, itu dihadiri Gubernur Kaltim yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pertanian dan SDA Sri Hidayah, Wakil Bupati Kukar HM Ghufron Yusuf, unsur Muspikab, anggota DPRD Kukar, dan Kepala SKPD dilingkup Pemkab Kukar serta para undangan lainnya. Sebelum rapat istimewa mendengarkan pidato Bupati Kukar memperingati HUT ke-229 Kota Tenggarong, acara diawali dengan pengambilan sumpah dan pelantikan Ketua DPRD Kukar definitif Ir Awang Yacoub Luthman oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Tenggarong, Rasyikin Azis. Dikatakan Awang Yacoub, dengan bertambahnya usia Kota Tenggarong hendaknya diiringi pula dengan semangat baru serta kedewasaan masyarakatnya dalam berfikir dan bertindak, sehingga dalam mengimplementasikan pembangunan daerah di segala aspek kehidupan masyrakat, baik secara fisik maupun non fisik dapat terwujud. "Dengan harapan tidak ada lagi ketimpangan apalagi menjadi daerah terbelakang," ujarnya. Sementara itu, sambutan Bupati Rita Widyasari yang dibacakan HM Ghufron Yusuf mengatakan, dalam perjalanan Kota Tenggarong yang telah memasuki usianya yang ke-229 tahun, masih dipandang perlu dilihat kebelakang tentang sejarah perkembangannya, mulai dari berdirinya Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura hingga lahirnya kota Tenggarong yang sebelumnya diberi nama Tangga Arung. "Kesungguhan mantan Bupati Kukar Prof DR H Syaukani HR menghidupkan kembali budaya Kesultanan Kutai Kartanegara dan peran Kesultanan, adalah bentuk kebijakan dalam rangka melakukan restorasi sejarah. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan jati diri sebagai pusat peradaban budaya nusantara," ujar Ghufron. Ghufron menambahkan, HUT Kota Tenggarong selayaknya harus dibarengi evaluasi apa saja yang sudah dicapai, dan apa saja peluang dan tantangan yang menyertainya. Peristiwa ini menjadi momentum untuk merenung apa yang telah kita lakukan dan sejauh mana kontribusinya bagi kebaikan daerah ini. "Dengan mengevaluasi tantangan serta mencermati kondisi mendatang, maka sungguh berat tugas yang akan kita pikul ke depan yakni mewujudkan masyarakat Kukar yang maju, mandiri dan sejahtera," harapnya. (hmp).
|