Perpustakaan dan Rumah Pintar di Pegat BukurJadi Harapan Masyarakat
2011-10-03 06:37:41
KEHADIRAN perpustakaan dan rumah pintar di Kampung Pegat Bukur sejak Januari 2011 lalu, tidak hanya membawa dampak terhadap minat baca para pelajar dan warga setempat, namun lebih utama diharapkan membawa dampak pada peningkatan keterampilan ibu rumah tangga. Pasalnya rumah pintar dan perpustakaan yang didukung tiga perusahaan ini, tidak hanya menyediakan buku-buku bacaan, namun juga akan dijadikan sebagai wadah pembinaan keterampilan ibu rumah tangga, baik kursus menjahit, kursus komputer maupun sebagai wadah pembinaan dalam mengolah berbagai hasil produk olahan khas pegat bukur. Selama ini, pembinaan keterampilan ibu rumah tangga hanya dilakukan di sebuah rumah yang begitu sempit, sehingga pelatihannya tidak maksimal karena tidak mampu menampung peserta yang lebih banyak. Padahal, ibu rumah tangga yang ingin mengikuti pelatihan itu sangat banyak. Keberadaan rumah pintar di desa ini juga sangat penting, karena warga bisa belajar tidak saja keterampilan lewat buku-buku, tetapi juga pengetahuan lainnya. “Jadi, bukan saja keterampilan yang diasah, tetapi juga otaknya agar wawasannya lebih terbuka, apalagi di rumah pintar ini dilengkapi dengan kursus komputer, jadi warga tasuk tidak lagi ketinggalan mengenai urusan ilmu pengetahuan dan teknologi,”ujar Aminah ketua tim penggerak PKK Kampung Pegat Bukur. Senada dengan Aminah, Rahmad--salah satu petani di pegat bukur juga ini sangat menyambut baik kehadiran rumah pintar. Dia berharap, rumah pintar ini lebih banyak mengoleksi buku-buku tentang pertanian, peternakan dan perkebunan. “Buku-buku ini sangat kami harapkan, kami juga bisa belajar tentang tata cara pertanian yang baik, terlebih lagi cara megendalikan hama yang kini sangat meresahkan para petani,”ujarnya. Selama ini lanjut Rahmad, pengetahuan terhadap budidaya pertanian lebih banyak dari para penyuluh pertanian, baik yang diatangkan oleh pemerintah daerah maupun dari program perusahaan. Hal ini, akan menyulitkan para petani jika penyuluh lapangan itu tidak berada ditempat. “jadi, kalau ada buku soal pertanian di rumah pintar ini, kami lebih mudah mengetahuinya,”papar Rahmad. Kepala Kampung Pegat Bukur, Jamaluddin mengatakan keberadaan perpustakaan dan rumah pintar ini diakui sangat dibutuhkan warganya, terutama dalam meningkatkan minat baca para anak didik serta keterampilan warga yang khususnya para ibu rumah tangga Seperti yang diketahui, perpustakaan dan rumah pintar Pegat Bukur diresmikan 11 Januari kemarin diwacanakan sebagai rumah pintar dengan menyediakan berbagai sarana keterampilan seperti kursus menjahit, pengolahan produk pertanian hingga kursus komputer. Perpustakaan ini dijalankan oleh lembaga swadaya kampung (LSK) yang didukung penuh oleh sejumlah perusahaan yang beroperasi diwilayah itu, diantaranya PT Berau Coal, United Tractors dan PT Saptaindra Sejati (SiS). Ketiga perusahaan ini bersama-sama dalam menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan rumah pintar, baik penyediaan alat ketampilan berupa mesin jahit dan komputer, buku bacaan, fisik gedung hingga menyediakan pelatih. Menurut, hadirnya Perpustakaan dan Rumah Pintar di Pegat Bukur ini merupakan salah satu upaya untuk membantu masyarakat yang sulit dijangkau karena letak geografis dalam memperoleh pendidikan dan informasi, terutama di daerah pedalaman Berau. (Helda)
|