Kaltim Masuk Program Gerakan Rehabilitasi Sekolah 2011-10-03 06:44:59
SAMARINDA-Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim menjelaskan, bahwa Kaltim termasuk dalam program Gerakan Rehabilitasi Sekolah yang telah di luncurkan oleh Kementerian Pendidikan Nasiolan (Kemdiknas), dimana sekolah-sekolah baik tingkat SD maupun SMP yang rusak parah akan segera diperbaiki, yang ada masing-masing di kabupaten dan kota. "Jadi Kaltim termasuk dari 21.500 ruang belajar yang akan diperbaiki, apakah itu rusak ringan maupun rusak berat akan segera diperbaiki dalam program Gerakan Rehabilitasi Sekolah baik tingkat SD maupun SMP, sementara untuk data sekolah yang rusak tersebut, semua provinsi diminta datanya, walaupun demikian agar data itu valid maka diminta kabupaten dan kota dapat melaporkan datanya ke Kemdiknas langsung,"kata Musyahrim kepada media ini akhir pekan lalu. Ditambahkan, memang selain melaporkan langsung datanya ke pusat (Kemdiknas), kabupaten dan kota juga harus juga melaporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi, dimana data kerusakan sekolah tersebut bukan saja tingkat kabupaten tetapi juga mulai dari per kecamatan. "Sampai hari ini, saya belum menerima data-data sekolah-sekolah yang rusak dari kabupaten dan kota, maka dari itu karena belum menerima datanya, sehingga tidak mengetahui berapa sekolah yang rusak, baik tingkat SD maupun SMP, yang pasti dari 21.500 ruang belajar yang akan diperbaiki, Provinsi Kaltim masuk dalam program gerakan rehabilitasi sekolah,"kata Musyahrim Seperti diketahui Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdikanas) Senin (26/9) lalu di Gedung Kemdiknas Jakarta, telah meluncurkan Program Gerakan Nasional Penuntasan Rehabilitasi Sekolah, dimana program tersebut dimaksudkan untuk menuntaskan persoalan kerusakan sekolah di jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP). Dalam program tersebut Kemdiknas menganggarkan sekitar Rp2,8 triliun pada tahun 2011, dan ditargetkan sebanyak 21.500 ruang belajar akan selesai diperbaiki, dan jumlah tersebut masing-masing terbagi untuk tingkat SD sebanyak 18 ribu ruang kelas dan SMP sebanyak 3.500 ruang kelas. Data yang ada pada Kemdiknas, ruang kelas yang mengalami rusak berat sebanyak 153.026 ruang dengan kebutuhan anggaran Rp20,4 triliun, anggaran tersebut baik melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun APBN. Pada tahun 2011 ini. Kemdiknas akan merehabilitasi sebanyak 21.500 ruang kelas yang masuk dalam katagori rusak berat, dan adapun sisahna sebanyak 131.526 ruang kelas akan direhabilitasi pada tahun depan, karena anggarannya masuk dalam APBN 2012.mar/adv
|