Rusia Bujuk Kaltim Bangun Rel Kereta ApiAngkut Batubara Hingga Penumpang
2011-10-03 06:49:54
SAMARINDA, Dengan mengetahui potensi Sumber Daya Alam (SDA) Kaltim yang cukup menggiurkan, ternyata investor asal Rusia berharap Kaltim dapat menerima timangan mereka untuk membangun rel kereta api yang jalurnya rencana akan menghubungkan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kaltim. Sedangkan apa tujuan dari pembangunan rel kereta api tersebut, ternyata investor Rusia berharap rel kereta api tersebut dibangun agar dapat mengangkut SDA Kaltim, salah satunya batubara. Demikian dinyatakan Kepala Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim HM Yadi Sabianoor ketika ditemui di ruang kerjanya akhir pekan lalu. Menurutnya, meski investor Rusia tertarik akan membangun rel kereta api untuk mengangkut batubara di Kaltim dan Kalteng, tapi ke depannya tidak menutup kemungkinan juga akan mengangkut penumpang dan komoditi untuk kebutuhan masyarakat Kaltim dan Kalteng. Meski demikian, lanjut Yadi sapaan akrab HM Yadi Sabianoor, investor Rusia tertarik akan membangun infrastruktur di Kaltim, seperti rel kereta api, tetapi hal itu masih dalam tahap penjajakan. “Seperti halnya baru-baru ini, kita bawa mereka ke Dinas Pertambangan, agar mereka mengetahui ada perusahaan tambang tidak dalam lokasi jalur rel kereta api tersebut. Kemudian, mereka kita bawa ke Badan Pertanahan Kaltim agar mengetahui bagaimana tentang pembebasan lahannya. Kemudian, kita bawa juga perwakilan mereka ke Dinas Perhubungan Kaltim agar mengetahui bagaimana jalur transfortasi menuju lokasi tersebut, apakah sudah ada jalurnya atau tidak. Oleh karena itu, kita masih sama-sama penjajakan,” ujar HM Yadi Sabianoor ketika ditemui akhir pekan lalu. Dijelaskannya, saat ini Pemprov Kaltim juga tengah mempelajari persentasi yang disampaikan investor asal Rusia tersebut. Namun, jika lebih lanjut, apabila investor tersebut siap akan membangun di Kaltim, baik anggarannya ada, tentunya tidak menutup kemungkinan dilanjutkan koordinasinya. “Walaupun demikian, jika memang pasti terjadi kerjasama dalam pembangunan rel kereta api ini, tentunya hal ini perlu adanya kerjasama shering dana. Misalnya, untuk pembebasan lahannya, itu kan sudah merupakan tanggungjawab pemerintah. Kemudian, kemudian adanya fatner perusahaan lokal di sini untuk mendukung operasionalnya. Oleh karena itu, kita harus bersama-sama membangunnya,” ungkapnya. Saat ini, lanjut dia, meski tidak ada kendala dalam peninjauan tim investor asal Rusia tersebut ke Pemprov Kaltim, namun demikian mereka saat ini juga masih melaporkan hasil kunjungannya kepada pimpinnannya yang lebih tinggi lagi. “Sebab, mereka yang datang kemarin baru direktur proyeknya beserta stafnya. Nah, selanjutnya, ketika hal ini disepakati, maka mereka selanjutnya akan melaporkan hal ini ke Menteri perekonomian Hatta Radjasa. Kemudian, mereka juga akan menemui menteri terkait yang nantinya mendukung pembangunan rel kereta api tersebut. Setelah itu, Pemprov Kaltim juga akan melapor kepada menteri-menteri terkait tersebut dan bertemu investor tersebut di Jakarta,” bebernya lagi. Kemudian dari itu, setelah adanya pertemuan dengan Pemprov Kaltim, para investor tersebut juga akan bertemu dengan Pemprov Kalteng, karena jalur rel kereta apinya menghubungkan Kalteng dan Kaltim. “Jadi, sebelum pertemuan selanjutnya di Jakarta, mereka akan bertemu Gubernur Kalteng. Sebab, nantinya jalur tersebut akan menghubungkan Provinsi Kalteng dengan Kaltim yang jeraknya mencapai 289 kilometer, dengan biaya hampir mencapai Rp 24 Triliun,” jelasnya. Setelah pertemuan dari masing-masing Gubernur, baik Kaltim dan Kalteng. Selanjutnya, investor asal Rusia tersebut juga telah menyusun jadwal untuk pertemuan selanjutnya, yakni pada akhir Oktober mendatang. Di mana pertemuan tersebut akan dilakukan MoU antara Pemerintah Indonesia dengan Rusia. “Antara Pemerintah Indonesia dan Rusia itu adalah payung hukumnya. Kemudian, dibawahnya adanya penandatanganan MoU antara Perusahaan Rusia yang akan membangun rel kereta api dengan Pemprov Kaltim dan Kalteng. Insya Allah akhir Oktober MoU itu dilakukan,” timpalnya. Menurutnya, perusahaan Rusia tersebut diketahui benar-benar siap untuk membangun rel kereta api yang menghubungkan Provinsi Kalteng dengan Kaltim. Dan mereka benar-benar berkeinginan untuk menbangun rel kereta api tersebut.mar
|