Gubernur Minta Mengoptimalkan BLK di DaerahUpaya mengurangi angka pengangguran
2011-10-04 23:59:17
SAMARINDA, Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak, mengatakan, dalam upaya penurunan angka pengangguran di Kaltim, diharapkan dapat mengoptimalkan dan memberdayakan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di masing-masing kabupaten/kota di Kaltim. Dengan terobosan ini, para lulusan SMK yang belum memiliki keterampilan dan kompetensi dapat dilatih kembali di BLK. "Untuk menurunkan angka pengangguran tersebut memerlukan dukungan dan kerjasama lintas sektor dan lintas wilayah. Pengembangan sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja agar terus ditingkatkan, terutama di bidang pertanian dalam arti luas dan UMKM,"kata Awang Faroek Ishak dalam Rapat Koordinasi dengan bupati walikota se Kaltim belum lama ini di Pendopo Lamin Etam Samarinda. Awang menambahkan, perlu meningkatkan upaya pengembangan potensi usaha ekonomi lokal yang hasilnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan mengurangi pengangguran. Disamping itu, peningkatan dan perluasan kesempatan kerja agar lebih diutamakan bagi pengangguran penduduk lokal. Missing link antara lembaga pendidikan dan pelatihan dengan pasar kerja diupayakan seminimal mungkin. "Diharapkan lulusan yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan dan pelatihan sebagian besar dapat terserap di pasar kerja. Oleh karena itu diperlukan sinergitas antara apa yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan pasar kerja, baik menyangkut bidang yang dibutuhkan maupun standar kompetensi,"ujar Awang. Menurut Awang, Pemprov Kaltim berjanji tidak berhenti melakukan terobosan-terobosan dalam rangka mengurangi kesenjangan antara kebutuhan pasar dan tenaga kerja yang tersedia. Untuk itu, Awang menjelaskan, Pemprov Kaltim akan memberdayakan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di masing-masing kabupaten/kota di Kaltim. Dengan terobosan ini, ujarnya, para lulusan SMK yang belum memiliki keterampilan dan kompetensi dapat dilatih kembali di BLK. Selain itu, dalam mengurangi kesenjangan antara kebutuhan pasar dan tenaga kerja, Pemprov Kaltim juga tengah menggagas dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk menjadikan BLKI yang berada di Balikpapan sebagai percontohan BLKI yang berstandar internasional. “Oleh karena itu, mengenai siswa SMK ada dua hal yang harus mereka pahami, yakni di satu sisi ketika lulus mereka harus siap bekerja. Misalnya, mereka yang menempuh jurusan perhotelan kerjanya di hotel, kemudian mereka yang jurusan tata boga kerjanya masuk di bagian tata boga,"ujarnya. Selain itu yang perlu dipahami adalah selain mencari kerja, mereka yang lulusan SMK ini harus mampu membuka peluang kerja atau mandiri. Misalnya, mereka dulunya masuk dijurusan otomotif saat lulus bisa membuka bengkel. Hal seperti itu sebenarnya yang kita harapkan, jadi mereka tidak semata-mata hanya mencari kerja, tetapi dapat membuka lapangan kerja.mar.
|