Terkait program Pembangunan Ekonomi NasionalGubernbur: Kepala daerah harus meresponnya
2011-10-05 00:00:32
SAMARINDA, Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak, mengatakan Kaltim telah ditetapkan menjadi daerah untuk melaksanakan beberapa program pembangunan ekonomi nasional. Terhadap kebijakan pemerintah pusat ini, maka seluruh kepala daerah baik bupati maupun walikota harus responsif dan bisa menyikapinya. “Kaltim telah ditetapkan menjadi kawasan untuk pengembangan dua klaster industry, selain itu ditetapkan sebagai daerah untuk pengembangan koridor ekonomi nasional selanjutnya telah ditetapkan melalui pembangunan jangka panjang nasional dengan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI),” kata Awang Faroek Ishak pada Rapat Koordinasi Gubernur dengan Bupati/Walikota se-Kaltim di Pendopo Lamin Etam, pekan lalu. Awang menambahka, program maupun kebijakan pembangunan di daerah yang telah ditetapkan secara langsung telah terintegral dengan pembangunan nasional. Salah satunya program prioritas pembangunan pertanian. Saat ini telah diupayakan pembangunan rice estate ataupun food estate di Kabupaten Bulungan dengan luasan mencapai 200 ribu hectare, tentu hal ini memerlukan komitmen yang tinggi dari kepala daerah beserta seluruh jajaran dan masyarakat di daerah tersebut. Begitu pula, untuk memantapkan ketahanan pangan di daerah telah ditetapkan program pembangunan pertanian dalam arti luas lainnya. Program ini berimbas pada peningkatan taraf hidup masyarakat Kaltim, terutama dalam penegnatasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran. "Oleh karena itu, program-program pembangunan daerah yang terlebih lagi yang telah terintegral dengan pembangunan ekonomi secara nasional haruslah disukseskan. Selain untuk peningkatan ekonomi daerah tentunya akan berimbas pada kesejahteraan masyarakat Kaltim,"ujarnya Awang mengakui, program pembangunan perkebunan satu juta hektare sawit di Kaltim hingga saat ini telah mencapai 700 ribu hektare lebih. Program ini bagian dari ditetapkannya Kaltim sebagai lumbung energy nasional. Walaupun hingga saat ini Kaltim masih mengandalkan sektor minyak bumi dan gas serta batubara. Namun, sektor elternatif perlu dibangun dan dikembangkan guna mengantisipasi habisnya sektor migas dan batu bara yang tidak dapat diperbaharui. “Sektor pertanian merupakan salah satu setor pembangunan yang harus dilaksanakan bahkan menjadi program prioritas daerah. Hal ini penting dilakukan dan direspon seluruh kepala daerah. Sebab, pembangunan daerah yang kita laksanakan saat sekarang ini telah terintegral dengan pembangunan nasional termasuk pembangunan infrastruktur,” papar Awang Faroek.mar
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...