Era Globalisasi Dituntut Kemampuan Daya Saing 2011-10-05 00:01:42
SAMARINDA, Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak diwakili Kepala Biro Sosial Setdaprov Kaltim Syafrian Hasani, mengatakan perhatian pada peningkatan kualitas SDM itu didasari pula pada kenyataan bahwa era globalisasi saat ini menuntut kemampuan daya saing yang kuat dalam penguasaan teknologi, manajemen dan SDM. "Namun demikian, keunggulan SDM merupakan kunci daya saing, karena SDM-lah yang akan menentukan siapa yang mampu menjaga kelangsungan hidup, perkembangan dan kemenangan dalam persaingan,"kata Syafrian Hasani pada pembukaan Seminar Pendidikan dengan tema; “Revolusi Bidaya Pendidikan yang Humanis dan Tercerahkan; Dari Kaltim untuk Indonesia” yang dilaksanakan oleh Yayasan Tung-gang Parangan Kaltim bekerjasama dengan Madanica Institute (Multiple Intelligence Service Kaltim), yang diselenggarakan Selasa (4/10) di Ruang Serba Guna Kantor Gubernur Kaltim. Acara itu dihadiri para guru tingkat SD dan SMP serta nara sumber Munif Chatib (pengawas kurikulum pusat). Syafrian mengatakan, dalam rangka pengembangan SDM inilah, maka Pemprov Kaltim menetapkan Program Aksi Kaltim Bangkit 2013 yang berpijak pada 3 pilar pengembangan pendidikan yaitu pemerataan dan perluasan akses pendidikan. peningkatan mutu, relevansi dan daya saing Keluaran pendidikan serta peningkatan tata kelola, akuntabilitas dan citra publik. "Untuk mendukung percepatan pengembangan kualitas SDM, selain ke-3 prioritas kebijakan tersebut, diimplementasikan juga 3 program unggulan yakni; Program Cerdas, Program Merata dan Program Prestasi Gemilang,"tandasnya. Menurutnya Syafrian program cerdas, mempunyai makna terciptanya masyarakat Kaltim yang berakhlak mulia, cerdas, terampil dan berdaya saing tinggi. Konsep ini pada dasarnya memiliki arti luas dalam hal peningkatan mutu dan relevansi pendidikan. Implementasi dari kosep ini dituangkan dalam rencana kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pengem-bangan sistem pendidikan dan peningkatan mutu dan relevansi pendidikan. "Program Merata; memiliki makna pendidikan yang berkeadilan, berpihak kepada rakyat kecil, merata bagi seluruh masyarakat dan mensejahterakan tenaga kependidikan. Untuk mewujudkan konsep tersebut, beberapa prog-ram dapat dipersiapkan yang akan diimplementasikan dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang nyata dan menyentuh langsung,"ujarnya. Sementera program Prestasi Gemilang; memiliki arti yang lebih luas yaitu, menghasilkan prestasi gemilang, mampu menjawab tantangan masa depan, sesuai dengan keperluan daerah, regional, nasional bahkan internasional, serta terwujudnya institusi pendidikan yang mempunyai citra yang baik di masyarakat. "Oleh karena itu, konsep prestasi gemilang lebih berorientasi pada kemampuan kompetitif pada masa persaingan bebas,"tegasnya. Syafrian Hasani menambahkan, untuk merealisasikan berbagai program pendidikan ke depan itu, pastilah kita akan berhadapan pada masalah, kendala dan tantangan. " Namun demikian, dengan didasari semangat pengabdian yang tinggi, dengan kebersamaan dan koordinasi yang baik di antara para-pihak terkait dan bersama dengan masyarakat, maka saya yakin; tidak ada kata “tidak bisa”, tidak ada kata “tidak mampu”, dan tentunya tidak ada permasalahan yang tidak akan teratasi,"kata Syafrian Terkait dengan pelaksanaan seminar ini, sangat menghargai dan memberi apresiasi yang tinggi pada upaya Yayasan Tunggang Parangan Kaltim yang bekerjasama dengan Madane Institute (Multiple Intelligence Service Kaltim) yang menggelar seminar ini. Dengan tema yang diangkat ini, kita akan memperoleh satu pengetahuan dan wawasan tentang perlu adanya sistem pendidikan dan pengajaran yang menekankan pada pendekatan humanis (kemanusiaan) dan tercerahkan, pemberdayaan bakat dan intelegensia yang dimilik oleh seorang anak didik. "Untuk itu, kepada seluruh peserta saya harapkan agar dapat berperan aktif dalam seminar ini, sehingga akan diperoleh banyak masukan pemikiran yang berarti dan dapat disumbangkan untuk kesempurnaan sistem atau metode pendidikan yang ada selama ini,"papar Syafrian.
|