TNI Hanya Berpihak pada Kepentingan Rakyat2011-10-06 23:57:04
SAMARINDA,Tentara Nasional Indonesia (TNI) lahir dari kancah perjuangan dalam menegakkan kedaulatan bangsa dan negara. Karena itu TNI adalah tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional. Hal tersebut dikemukakan Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Tan Aspan saat menyampaikan sambutan pada upacara HUT ke- 66 TNI di Makorem 091 Aji Suryanata Kesuma (ASN) Jalan Gajahmada Samarinda, Rabu (5/10) kemarin. TNI yang pada hari ini memperingati Hari Ulang Tahun ke-66, mengatakan bahwa TNI mempunyai sejarah panjang dalam perkembangan Indonesia. "Yang harus diingat adalah TNI memiliki satu sejarah panjang dalam perkembangan bangsa Indonesia," katanya. Pada masa revolusi lanjutnya, tentara menjadi salah satu 'pilar utama' untuk merebut kemerdekaan dari penjajah. Pada masa Orde Baru, TNI pernah terjun langsung dalam politik Indonesia melalui doktrin Dwi Fungsi ABRI. Kehadiran mereka dalam politik ini pun dilembagakan dalam Fraksi ABRI di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada waktu itu. Namun, setelah bergulirnya reformasi sejak 1998, peran TNI itu dihapuskan. Tak ada lagi perwakilan TNI di parlemen. TNI kemudian mereformasi diri. Netralitas TNI menjadi isu utama pasca reformasi. Saat ini lanjutnya sebagai tentara rakyat, TNI hanya berpihak kepada kepentingan seluruh rakyat dan negara. Kemudian sebagai tentara pejuang, TNI tidak akan pernah berhenti dan berjuang dalam mewujudkan cita cita bangsa. Sedangkan sebagai tentara nasional, TNI akan membela kepentingan negara di atas kepentingan daerah, suku, ras, golongan dan agama. Perkembangan zaman saat ini telah mengutus prajurit TNI menjadi tentara yang profesional. "Segenap prajurit TNI berupaya untuk terus menerus meningkatkan kinerja dan kemampuan profesionalismenya dalam menjalan tugas dan pengabdian," Katanya. Sebelumnya dalam Upacara Militer yang dilaksanakan di halaman Makorem 091 Aji Suryanata Kesuma (ASN) tampak hadir para pejabat militer TNI, Kapolda Kaltim Irjen Pol Bambang Widaryatmo, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan tokoh masyarakat Kaltim. M4n
|