Himpunan Mahasiswa Kukar Datangi DPRDPertanyakan Soal Anggaran Pendidikan
2011-10-06 00:03:22
Tenggarong, Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa (HIMA) Kutai Kartanegara yang menempuh perguruan tinggi di Samarinda, Rabu (5/10) pagi kemarin mendatangi kantor DPRD yang terletak di bilangan Jalan Wolter Mongisidi Tenggarong. Aksi damai yang berlangsung kemarin berjalan dengan tertib. Sejumlah mahasiswa melakukan orasi dihalaman kantor DPRD dengan pengawalan puluhan anggota Polres Kukar. Setelah melakukan orasi yang menuntut permasalahan program pendidikan Kukar yang dituding masih amburadol, para mahasiswa kemudian diterima oleh dua anggota DPRD, H Syahrani dan Arif Arizal di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kukar. Dalam pertemuan itu mahasiswa menjelaskan, bahwa Kukar dikenal sebagai daerah kaya raya akan sumber daya alamnya, sehingga APBD Kukar setiap tahunya meningkat nilainya. Namun peningkatan itu jutsru tidak mendorong majunya pendidikan di Kukar, akan tetapi malah menjadi bobrok. Seperti masalah belum tuntasnya persoalan ganti rugi lahan untuk sekolah, masalah biaya pendidikan untuk mahasiswa yang tiap tahun menjadi permasalahan, pendidikan gratis yang hanya menjadi slogan, serta tak maksimalnya program wajib belajar 12 tahun. “Kita meminta supaya pemerintah Kukar segera menuntaskan problem tanah sekolahan yang belum selesai dan meminta agar pemerintah menindak sejumlah oknum yang melakukan pungutan liar. Kemudian meminta judialrivew terhadap keputusan kuota mahasiswa yang mendapat beasiswa secara objektif, serta menuntut adanya reformasi system ditubuh Dinas Pendidikan Kukar,” kata Antok perwakilan Hima Kukar. Menanggapi hal tersebut H Syahrani Anggota DPRD Kukar, menyatakan kalau masalah persoalan ganti rugi lahan untuk sekolahan di Kukar sudah dialokasikan pada anggaran perubahan 2011 ini.”Hampir setiap kecamatan masalah pembebasan lahan untuk sekolah ada, dan itu sudah dialokasikan anggaran untuk segera dituntaskan,”ujar H Syahrani. Sementara terkait dengan anggaran untuk bantuan biaya pendidikan atau biasa dikenal beasiswa, H Syahrani mengatakan untuk tahun 2010 lalu diakui memang cukup banyak kuota mahasiswa yang menerima, setidaknya ada sekitar 4 ribu lebih mahasiswa yang mendapat beasiswa. Dan dalam implementasi penyalurannya banyak yang kurang tepat sasaran, sebab semua mahasiswa mendapatkan beasiswa dengan tidak memandang kreteria seperti orang tua yang tak mampu, mahasiswa berprestasi dan lain sebagainya. “Oleh karenanya pada 2011 ini system penyaluran beasiswa agak diperketat dan kuotanya hanya sekitar 1 ribu lebih saja, dimana dengan melihat prestasi, dan mahasiswa kurang mampu,” tandas H Syahrani.awi
|