Pegawai Harus Bisa Jadi Panutan Masyarakat2011-10-07 14:47:00
SAMARINDA, Seketaris Provinsi Kaltim Kaltim Dr H Irianto Lambrie mengatakan, untuk menjadi pegawai yang dapat dicontoh oleh orang lain dan menjadi panutan masyarakat, maka karakter diri seorang pegawailah yang menjadi utama. "Dalam pembentukan karakter seorang pegawai, maka sebaik-baiknya manusia yang baik dapat memberikan sesuatu yang baik bagi orang lain. “Artinya, setiap manusia di dunia ini dituntut agar dapat dibentuk karakter bangsanya, khususnya di Indonesia, terutama di Kaltim. Sehingga dapat menjadi bangsa yang bermartabat,” jelas Irianto Lambrie ketika menyampaikan kuliah umum dalam penyerahan sertifikat kelulusan Diklat Lpj Pegawai Pemprov Kaltim Golongan I dan II di Gedung Serbaguna Setprov Kaltim, kemarin. Dikatakan, untuk membentuk karakter pegawai yang baik, juga dapat dipengaruhi dengan sikap memberikan manfaat yang baik sebesar-besarnya kepada orang lain dengan kondisi yang saat ini tengah dimiliki seseorang. “Maksudnya, jika menjadi seorang pegawai hendaknya dapat menunjukkan sikap yang baik kepada orang lain yang bukan pegawai maupun pegawai lainnya. Sebab, sebelum menjadi pegawai, tentunya seorang pegawai negeri sipil telah diambil sumpah dan janjinya agar berprilaku yang baik. Dan, jika pegawai tersebut melanggar tentunya ada konsekuensi yang akan diterima,” paparnya. Oleh karena itu kata Irianto, dengan dibentuknya karakter seorang pegawai, maka hal itu menentukan maju dan tidaknya seseorang atau kelompok dalam satu Negara. Karenanya, karakter perlu diperbaiki seperti memperbaiki diri sendiri. “Karena karakter itu dinamis, sebab awalnya digerakan oleh otak manusia dan hati. Maka, perlunya di setiap daerah pendidikan karakter bangsa, khususnya bagi pegawai,” jelasnya. Menurutnya, banyak contoh yang menjadi gambaran bahwa setiap orang masih kurang karakter dalam dirinya, yakni banyaknya tawuran yang terjadi dikalangan pelajar. Kemudian, banyaknya orang yang selalu melanggar peraturan lalu lintas. “Melihat kondisi tersebut, maka itulah yang saat ini yang perlu kita bangun. Sebab, pendidikan karakter bangsa inilah yang membuat bangsa Jepang dapat membangun negaranya hingga lebih maju saat ini,” timpalnya. Selain itu, lanjutnya, karena sebagai pegawai perlu memiliki karakter yang kuat, maka sebagai aparatur Negara tentunya contohlah karakter yang dimiliki Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Artinya, sebagai pegawai, seluruh pegawai harus jujur dalam melaksanakan tugasnya sebagai aparatur pemerintah. “Oleh karena itu, menjadi pegawai tentunya karakter pribadi sangatlah menentukan kemajuan seorang pegawai tersebut, sedangkan seperti ijazah dan titel hanya sebagian saja menentukan untuk mensukseskan kinerja aparatur pemerintah tersebut,” jelasnya.mar/adv
|