Pendidikan Karakter Mulai Lingkungan Keluarga

2011-10-10  01:17:19

SAMARINDA, Pendidikan karakter hendaknya diutamakan dan dimulai sejak anak itu berada dilingkungan yang terkecil yakni Keluarga. Sebab, sejak di dalam kandungan bahkan setelah dilahirkan selalu berada di lingkungan keluarga khususnya dekat dengan orang tuanya.
“Karenanya, walaupun saat ini pemerintah telah membuat kebijakan agar dilakukan pembangunan karakter. Namun sebenarnya, karakter itu telah terbangun sejak di dalam kandungan hingga di lahirkan serta berada dilingkungan keluarga,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim.
Menurut dia,  karakter merupakan nilai-nilai prilaku seseorang yang berhubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia dan lingkungan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan maupun perbuatan berdasarkan norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.
Karenanya, pembentukkan karakter ini sangat dipengaruhi kondisi lingkungan keluarga anak tersebut. Sementara itu, sekolah hanyalah sebagian kecil yang dapat berpengaruh terhadap pembentukkan karakter anak.
Namun demikian, sesuai dengan instruksi Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishhak agar seluruh komponen di daerah menggalakkan pendidikan karakter, bahkan dilakukan sejak anak usia dini baik dilingkungan keluarga olah orang tuanya maupun sekolah taman kanak-kanak atau pendidikan anak usia dini (PAUD).
Bahkan, dapat dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler diantaranya melalui Gerakan Pramuka. Walaupun kegiatan dilaksanakan sejak anak berpendidikan Sekolah Dasar (SD) disebut Siaga, Sekolah Menengah Pertama (SMP) disebut Penggalang dan Sekolah Menengah Atas (SMA) disebut Penegak serta Perguruan Tinggi disebut Pandega.
“Sebab, pendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai prilaku dan kepribadian kepada siswa sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut,” jelasnya.
Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang serta sesuai standar kompetensi lulusan.
Selain itu, pendidikan karakter tidak terlepas dari peran serta orang tua walaupun anak telah memasuki jenjang pendidikan. Sebab, anak itu terlebih banyak waktunya bersama dengan orang tua atau keluarganya.
“Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan.  Terlebih komponen pendidikan berupa isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan dan komitmen seluruh warga dan lingkungan sekolah,” harap Musyahrim. adv

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1232 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...