TMMD Tngkatkan Sinergitas dan Integritas Lintas SektoralTMMD ke-87 Resmi Dibuka KSAD
2011-10-11 00:13:50
SENDAWAR,Program Tentara Nasional Indonesia (TNI) Manunggal Membangun Desa yang ke-87 secara nasional di Desa Linggang Amer Kecamatan Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat resmi dibuka Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhdie Wibowo selaku Penanggungjawab Operasional TMMD. Menurut Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak bahwa program berupa TMMD ini telah lama dilaksanakan sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus sinergitas TNI dengan pemerintah daerah. Bahkan lintas sektoral. “Selaku Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta seluruh masyarakat menyambut baik dan berterima kasih atas kegiatan yang diselenggarakan TNI. Kegiatan ini sebagai bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat serta meningkatkan sinergitas dan integritas lintas sektoral,” kata Awang Faroek Ishak, di sela pembukaan TMMD ke-87 di Desa Linggang Amer Kecamatan Linggang Bigung Kabupaten Kutai Barat, Senin (10/10). Bahkan lanjutnya, kegiatan ini didukung pemerintah pusat melalui kementerian yang ada, walaupun para Menteri tidak hadir etapi pejabat eselon di Kementerian yang bersangkutan hadir mewakili sekaligus menyerahkan bantuan untuk pembangunan di daerah pedalaman dan perbatasan. Sama halnya menurut Awang, terhadap pembangunan untuk daerah perbatasan yang merupakan tanggungjawab semua sektoral. Jadi bukan hanya tanggungjawab pemerintah daerah saja, tetapi melingkupi seluruh pemengku kepentingan baik pusat maupun daerah bahkan TNI dan Polri. “Terlihat dari bantuan yang diberikan pihak Kementerian maupun lembaga non kementerian kepada beberapa kegiatan di daerah pedalaman serta perbatasan. Hal ini menunjukkan sinergitas dan intregitas bagi lintas sektoral,” ujar Awang Faroek Ishak. Sementara itu KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan kegiatan ini sangat strategis khususnya dalam upaya melibatkan dan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan, sekaligus akan terbangun ketahanan kewilayahan. “Masyarakat selaku bagian dari kekuatan ketahanan dan pertahanan wilayah terlebih negara harus diikutkan dalam pembangunan. Sehingga persatuan dan kesatuan yang kuat akan terbangun bahkan ketahanan dalam masyarakat,” jelas Pramono Edhie Wibowo. Ditambahkannya, dipilihnya Kabupaten Kutai Barat sebagai daerah pencanangan TMMD tahun ini, sebab kabupaten ini merupakan salah satu daerah yang menjadi erhatian pemerintah pusat selain kawasan yang luas dengan potensi daerah yang besar juga karena memiliki daerah perbatasan yang perlu dilakukan pembangun dan dukungan semua pihak termasuk TNI. “Namun demikian, hendaknya setelah selesai pelaksanaan TMMD ini maka masyarakat haruslah meneruskan pembangunan dan memelihara fasilitas yang telah terbangun tersebut. Karenanya, pembangunanini tetap harus dilaksanakan serta dipelihara yang tentunya harus melibatkan peran serta maupun kepedulian rakyat,” harap Pramono Edhie Wibowo. Kegiatan TMMD dilaksanakan sejak 10-30 Oktober 2011 di wilayah Kecamatan Long Apari, Kecamatan Linggang Bigung, Kecamatan Manort Bulatn, Kecamatan Muara Pahu, Kecamatan Penyinggahan dan Kecamatan Tanjung Isui. Kegiatan berupa fisik atau gotong royong pembangunan dan rehab sekolah, perbaikan irigasi dan rehab tempat ibadah. Kegiatan melibatkan satuan setingkat kompi dari TNI, Polri, masyarakat dan pemerintah daerah sebanyak atau SSK inti 150 orang dan SSK pendukung 140 orang. Dukungan dana komando atas sebesar Rp128 juta dan hibah sebesar Rp1,5 miliar. Pada kesempatan tersebut dilaksanakan pemberian bantuan dari beberapa kementerian kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat serta pemberian gelar Adat dari Masyarakat Adat Dayak kepada KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo. mar
|