Daerah Pedalaman di Bulungan Perlu Perhatian Serius2011-10-12 02:36:57
TANJUNG SELOR, Proses pembangunan yang saat ini dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan dinilai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan pelaksanaannya belum merata. Pasalnya, tiga kecamatan yang berada di daerah pedalaman hingga kini pembangunan infrastruktur jalan belum bisa di manfaatkan dengan baik oleh masyarakat pedalaman. Tiga kecamatan yang jalan tembusnya belum bisa di rasakan manfaatnya dengan baik yakni Kecamatan Tanjung Palas Barat, Kecamatan Peso Hilir dan Kecamatan Peso. Hal ini diungkapkan Anggota Komisi III DPRD Bulungan, Nico Dimus kepada Poskota Kaltim beberapa waktu lalu di ruang kerjanya. Nico Dimus mengungkapkan, akibat dari kurangnya perhatian Pemkab Bulungan terhadap daerah pedalaman terutama yang menyangkut pembangunan jalan tembus antar kecamatan membuat pergerakan roda perekonomian masyarakat pedalaman terus mengalami hambatan. “Kita sebagai anggota dewan yang berasal dari daerah pedalaman sangat prihatin melihat kondisi masyarakat di sana, karena pembangunan jalan tembus belum maksimal dan belum dirasakan dengan baik oleh masyarakat, sehingga roda perekonomian masyarakat pedalaman pun berjalan kurang maksimal. Padahal apabila jalan tembus yang dibangun oleh Pemkab ini pembangunannya maksimal sehingga dipergunakan masyarakat pedalaman dengan baik, maka warga di sana dapat memanfaatkan jalan tersebut terutama untuk mengangkut dan memasarkan hasil pertanian mereka menuju akses perkotaan untuk dijual di sejumlah pasar yang ada,” ungkap Nico Dimus yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Bulungan. Nikodimus menjelaskan, akibat masih sulitnya penggunaan akses jalan darat untuk memasarkan hasil bumi masyarakat pedalaman terkadang membuat sulit untuk dipasarkan sehingga untuk menjangkau kota rata-rata warga setempat masih mengandalkan transportasi sungai secara persorangan. “Kita merasa iba lantaran banyak hasil bumi warga pedalaman tidak bisa dijual akibat sulitnya transportasi yang digunakan, sehingga mereka menggunakan transportasi sungai dan masih untung bagi masyarakat yang memiliki perahu sebagai sarana transportasi menuju pusat kota untuk memasarkan sejumlah hasil kebun mereka. Namun bagaimana dengan yang tidak memiliki sarana sama sekali, tetap saja mereka tidak bisa berbuat apa-apa dan membiarkan hasil pertaniannya membusuk begitu saja,” jelas Nico Dimus. Selain itu, Nico Dimus juga menambahkan bahwa didaerah pedalaman pun kerap kali terjadi kelangkaan BBM dan jika ada, itupun harganya bisa mengalami kenaikan sehingga berimbas terhadap kemampuan masyarakat untuk mengeluarkan biaya guna membawa hasil pertanian untuk dijual. “Selain itu, persoalan kesehatan dan pendidikan juga dinilai sangat mendesak untuk diperhatikan secara serius terutama dalam hal sarana dan prasarananya hingga kepada sumber daya manusia yang melaksanakan sektor tersebut dan kita berharap agar jangan sampai akibat kelalaian kita bersama maka persoalan pendikan dan kesehatan bagi masyarakat yang ada di pedalaman kurang mendapatperhatian.Padahal sebagai sesama anak bangsa, mereka juga berhak untuk mendapatkannya sebagaimana yang sudah tertuang didalam butir-butir Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tegas Nico Dimus. Nico Dimus berharap agar dalam program pembangunan Pemkab Bulungan bisa menyiapkan satu desa, satu paramedis dan satu bidan segera diwujudkan, agar cita-cita bangsa kita untuk menuju Indonesia sehat bisa segera diwujudkan dengan baik. (vic/adv)
|