Camar Bulan Dan Tanjung Batu Kalbar Milik NKRI2011-10-13 18:47:41
Balikpapan,Koordinator IV Persiapan Perintis Kemerdekaan Indonesia (PPKRI) Kalimantan, Andi Agoes, SH langsung terkejut setelah mengetahui kalau ada bagian wilayah milik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah dikuasai Negara tetangga Malaysia, padahal kecamatan Camar Bulan dan Tanjung Batu itu murni milik dan masuk wilayah Indonesia dan itu berarti masuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ‘’Kami minta pemerintah baik yang ada di Provinsi Kalimantan Barat, pemerintah Indonesia khususnya Menkopolhukam untuk bersikap tegas, jangan dulu menyatakan kalau informasi itu tidak ada atau tidak benar terjadi pencaplokan wilayah Indonesia tapi kita bentuk tim langsung ke lokasi itu dan melihat secara langsung kemajuan daerah tersebut dan melakukan penelusuran kebenaran isu pencaplokan bagian wilayah Indonesia oleh Malaysia,’’ ujar Andi Agoes. Sikap tegas dari PPKRI Korwil IV Kalimantan akan membentuk tim dan mendatangi wilayah itu sekaligus melakukan komuniaksi dengan masyarakat disana apakah informasi itu benar atau tidak, mudah-mudahan itu tidak benar sebab kalau sampai penguasaan wilayah oleh malaysia benar maka kami akan berjuang mati-matian sampai tetesan darah terakhir tetap mempertahankan wilayah itu masuk NKRI. ‘’Kami minta pemerintah Indonesia harus langsung turun kelapangan mengecek kebenaran itu, tidak hanya itu teramsuk melakukan pengecekan semua patok-patok perbatasan antar negara apakah masih ditempat semula atau sudah bergeser, kalau sudah bergeser mari kita pindahkan dan kembalikan pada titik semula, jangan diam apalagi masa bodoh, itu wilayah Indonesia harus kita pertahankan dengan cara apapun,’’ tegas Andi Agoes. Andi Agoes mengaku tidak mungkin kalau DPR-RI dari Komisi I hanya menerima informasi secara mentah, namun yang kami tahu mereka sudah mendatangi wilayah itu teramsuk melihat langsung pergeseran patok antar Negara, untuk itu pemerintah pusat dan TNI agar masalah ini harus dijernihkan. "Hak kita harus kita pertahankan jangan sampai kita dipermalukan kedua kali setelah dua pulau Sipadan dan Ligitan lepas dan masuk wilayah Malaysia,"katanya. Sementara itu Datuk Hamzah, yang menjabat Kepala Kepolisian Serawak sebelumnya pernah menyatakan ’Malaysia tidak berniat melakukan pelanggaran batas atau memindahkan patok perbatasan antar Negara atau menguasai wilayah tertentu seperti diisukan terjadi di Kecamatan Camar Bulan dan Tanjung Batu, Kalimantan Barat.max
|