Optimalisasi Pelabuhan Tunggu Pengerukan Sungai2011-10-13 18:48:28
TANJUNG REDEB,Seiring target produksi perusahaan tambang di Kabupaten Berau, otomatis berdampak pada peningkatan aktifitas kerja PT Pelindo anak Cabang di Berau. Secara umum tanpa menyebutkan detail, General Manager Pelindo Berau, Yusuf Yunus mengatakan, bahwa aktifitas pelabuhan saat ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, peningkatan dimaksud belum signifikan disebabkan alur sungai Berau yang menyimpan masalah tersendiri bagi kapal tertentu yang masuk. “Ada beberapa spot yang terjadi pendangkalan dan menghambat kapal dengan GRT tertentu, “ungkap Yunus kepada media ini. Beberapa kapal menurutnya kerap kandas saat memasuki pelabuhan Berau. Akibatnya, aktifitas kapal di pelabuhan juga mengalami hambatan meski secara progres terjadi peningkatan dibandingkan sebelumnya. Hal ini menurut dia, perlu ditangani dengan pengerukan sungai dibeberapa spot dimaksud, guna mengoptimalkan kelancaran keluar masuknya kapal ke Berau. Saat ini, untuk kapal yang dapat masuk ke pelabuhan Berau hanya kapal dengan Gros Register Tonage (GRT) antara 4,9 hingga 5 GRT. Untuk kapal terbesar yang masuk juga hanya kapal dengan ukuran panjang 98 meter. “Itu yang terbesar, selebihnya tidak bisa, karenanya kita juga menunggu rencana pengerukan sungai itu terealisasi,” ungkap Yunus lagi. Sementara itu, rencana pengerukan sungai melalui APBN yang dialokasikan pada Kantor Pelabuhan Berau tinggal menunggu sarana untuk memulai proyek yang baru pertama kali akan dilaksanakan di Berau ini. Menurut Kakanpel Berau M Nasir, pelaksanaan pengerukan diakuinya sedikit terlambat faktor spesifikasi kapal pengeruk yang dinilai tidak sesuai. “Kita masih menunggu kapal yang sesuai untuk pelaksanaan pengerukan dari Semarang, jika kapal ini tiba bisa langsung mulai pengerjaan,” ungkap Nasir. Realisasi pengerukan sungai, jika menurut rencana awal menurutnya selesai November tahun ini. Namun terkendala tekhnis spesifikasi kapal pengeruk yang ada kemudian ditolak dan mencari kapal yang sesuai. “Kita tidak berani main-main dengan proyek seperti ini, harus benar-benar sesuai dengan spesifikasi dan aturan yang ada,” lanjut Nasir. Melihat sisa waktu tersisa hingga November, dipastikan proyek ini akan ada penambahan waktu kerja (Adendum) kemungkinan masuk hingga 2012 awal dengan jangka waktu pengerjaan masih sesuai target awal yakni 3 bulan. Untuk mempersingkat waktu pengerjaan, ditambahkan Nasir bisa dilakukan dengan penggunaan 2 kapal. “Kita upayakan bisa 2 kapal agar pekerjaan bisa lebih cepat menjadi 1 bulan setengah saja,” tandasnya. Meski terlambat, proyek pengerukan sungai yang akan dilaksanakan Kantor Pelabuhan (Kanpel) Berau melalui APBN tetap diharapkan dapat terlaksana dengan baik tahun ini atau 2012. Mengingat pendangkalan terus menjadi hambatan bagi kapal besar yang masuk ke pelabuhan Berau. Hal ini juga menjadi perhatian Anggota DPRD Berau. Dengan harapan sama tentunya kedepan optimalisasi alur sungai dapat terwujud dengan dampak positif bagi kemajuan Kabupaten Berau. Anggota DPRD Berau, Anwar S,Sos mengungkapkan, kemajuan Berau besar tertunjang dari jalur air. Hal ini tentunya mengarah pada pelabuhan yang berdasar pada kelancaran arus Sungai Berau. Selain memberikan dampak kemajuan daerah secara langsung, alur Sungai Berau juga dapat dikelola menjadi salah satu penyumbang bagi kas daerah secara langsung. “Hal itu dapat terakomodir jika saja Pemkab Berau dapat membuat satu Perda tentang pemanfaatan alur sungai,” ungkapnya. Optimalisasi rencana itu, menurutnya dapat pula ditunjang dari kelancaran aktifitas kapal yang keluar masuk Berau. Salah satunya dengan dilakukan pengerukan pada titik sungai yang terjadi pendangkalan. Terdapat beberapa titik yang terjadi pendangkalan di alur Sungai Berau, diantaranyadi alur wilayah Beribit, Sukan dan Pulau Aji, dengan harapan selesai pengerjaan pengerukan sungai ini, dapat memperlancar arus pelayaran. as
|