Pemkot Balikpapan Stop Dana RSBI2011-10-14 15:17:25
Balikpapan, Nasib Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Kota Balikpapan bakal merana karena pemerintah kota (Pemkot) sudah berjanji akan menghentikan kucuran dana RSBI mulai tahun 2012 kecuali dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan itu berarti tidak ada perbedaan antara sekolah berstatus RSBI dengan sekolah regular. ‘’Mulai tahun 2012 pemkot tidak akan mengucurkan lagi dana khusus bagi sekolah berstatus RSBI, yang akan dikucurkan adalah dana BOS baik dari pusat maupun daerah ( Untuk SD, red) sehingga tidak ada perbedaan antara sekolah RSBI dengan regular, untuk itu sekolah berstatus RSBI harus putar otak untuk bisa mendapatkan suntikan dana sehingga RSBI bisa kembali jalan dengan cepat,’’ kata Drs. Syarumsyah Setia, MSi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, baru-baru ini. Menurut Kadisdik Balikpapan ini, penghapusan dana untuk sekolah RSBI ini karena pola sekolah RSBI yang ada belum mempunyai parameter keberhasilan dalam pelaksanaan program, jadi keputusan penetapan RSBI dari Mendiknas hanya memberikan gambaran umum tentang RSBI, namun parameter keberhasilan RSBI yang telah diberikan dana oleh pusat perlu evaluasi kembali. Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim Entji Widiyani, mengatakan sangat kecewa dengan rencana pemkot Balikpapan karena mulai tahun 2012 nanti menghentikan kucuran dana RSBI sehingga sekolah-sekolah RSBI di Balikpapan hanya bergantung dana BOS pusat maupun daerah termasuk provinsi, padahal disisi lain kita sedang berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan salah satu sasaran diharapkan melalui sekolah yang berstatus RSBI. "Dengan dihapuskannya dana untuk sekolah RSBI, mulai tingkat SD, hingga SMA, maka sekolah-sekolah yang selama ini mendapatkan perlakuan istimewa itu hanya akan menerima dana BOS baik dari pusat maupun daerah, kalau tingkat SD berarti dana BOS pusat dan daerah, sedangkan untuk tingkat SMA, seperti SMAN 1 dan SMAN 5 yaitu BOS daerah dan provinsi, sedangkan BOS khusus RSBI tidak diberikan lagi,” tegas Syahrum. Sementara itu, tambah Syahrum, dana yang dianggarkan untuk sekolah RSBI tahun anggaran 2011 ini selain dana BOS daerah, sekitar Rp. 5 miliar. "Jumlah ini dibagikan kepada sekolah RSBI sesuai dengan usulan yang ada, jadi ditahun 2012 sekolah RSBI tetap melakukan program-program sesuai RKA yang telah disusun tanpa adanya bantuan alokasi dana khusus untuk RSBI," jelasnya. Terkait penghapusan dana RSBI dari APBD tahun 2012, Kepala SMAN 1 (RSBI) Balikpapan, Muslich Sjahid sangat menyayangkan hal ini, sesuai ketentuan Permendagri Nomor 8 tahun 2009, seharusnya pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran sebesar 30 persen kepada sekolah. "Atau kalau memang tidak mau membiayai, serahkan semua sekolah RSBI ke Pemrov Kaltim dan nanti pemprov Kaltim yang membiayai seperti yang terjadi di SMAN 10 Samarinda," ujar Muslich. Dia menyebutkan, SMAN 1 Balikpapan tiap tahun diberikan dana sekitar Rp. 2 miliar lebih terdiri dari Rp. 1 miliar bersumber dari BOS daerah dan Rp. 1 miliar bersumber dari BOS provinsi ditambah Rp. 471 juta dana bantuan APBD untuk sekolah RSBI, jika kepastian pembiayaan untuk RSBI tahun 2012 mendatang dihapuskan, pihak SMAN 1 Balikpapan akan melibatkan orangtua untuk membantu pembiayaan dan operasional yang tidak tertutupi oleh dana bantuan BOS daerah dan provinsi. Nada yang sama diutarakan Kepala SMP Negeri 3 (RSBI), kalau nanti pemkot Balikpapan menghentikan kucuran dana RSBI. Pihaknya akan melibatkan orang tua dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi menunjang pendanaan RSBI di SMP Negeri 3.max
|