Dua Gadis Ditukar Mobil JazzModus Penipuan Baru
2011-10-14 15:38:45
SAMARINDA,Hati-hati mempercayai seseorang. Seperti yang terjadi di Kutai Kartanegara. Sebuah mobil merk Honda Jazz melayang akibat terlalu percaya kepada seseorang yang baru dikenalnya. Budi Setiawan (32) warga Jl KH Akhmad Muksin, RT 5 Gang Supoyono Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong harus gigit jari. Pasalnya mobil kesayangannya Honda Jazz warna putih bernopol KT 1774 BJ yang hendak dijual dibawa kabur pria berinisial GN yang baru dikenalnya, Rabu (12/10) lalu. "Pelaku mendatangi rumah korban dan berpura-pura akan membeli mobil yang memang akan dijual korban. Ketika itu, korban juga menyerahkan BPKB beserta STNK mobil tersebut kepada pelaku yang mengaku berminat atas mobil yang dimiliki korban,” kata Kapolres Kukar AKBP I Gusti Kade Budhi Harryarsana didampingi Kasubag Humas AKP I Nyoman Subrata, (13/10) kemarin. Kasus penipuan ini, lanjut Nyoman merupakan modus baru. Karena GN menggunakan dua gadis yang dijadikan jaminan kepada korbannya, saat membawa mobil milik korban. "Dia bawa dua gadis yakni BG (20) dan ML (20) yang ditinggal dirumah korban seolah-olah sebagai jaminan, padahal kedua gadis ini juga menjadi korban oleh ulah licik GN yang berjanji akan memberi uang jika ia berhasil membeli mobil jazz itu," terang Nyoman. Sementara itu Budi Setiawan yang menjadi korban kepada petugas mengatakan sebelum kejadiaan, dirinya menerima telpon dari pelaku yang mengaku berminat membeli mobil miliknya. "Pelaku mengaku melihat iklan di sebuah koran lokal, saat itu pelaku langsung menghubungi korban dan janjian untuk mengadakan pertemuan," kata Nyoman. Setelah terjadi kesepakatan waktu pertemuan, GN langsung mendatangi rumah Budi di Tenggarong dengan menggunakan mobil merk Daihatsu Terrios warna hitam bernopol KT 1540 MB bersama dua gadis yang baru dikenalnya malam Minggu (8/10) di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di Samarinda. ”Oleh pelaku, kedua gadis tersebut diajak ke Tenggarong untuk bertemu dengan korban. Saat itu pelaku menyuruh kedua gadis tersebut mengaku sebagai adiknya pelaku dan membantu pelaku agar bisa membujuk korban mau menurunkan harga mobil yang mau dijual tersebut,” kata Nyoman. Saat sampai dikediaman Budi, GN langsung masuk kedalam rumah bersama dua gadis itu. Didalam mereka melakukan pembicaraan singkat hingga akhirnya GN langsung menyepakati harga yang diutarakan oleh Budi yakni sebesar Rp136 juta. ” Setelah sepakat, pelaku langsung mengatakan ingin membayar cas tapi saat itu uangnya kurang. Kemudian pelaku mengatakan kepada korban ingin membawa mobil tersebut ke Samarinda dulu untuk menunjukkannya kepada orang tua pelaku,” tuturnya. Karena percaya, kata Nyoman, Budi mengijinkannya, kemudian GN langsung meminta kunci kontak mobil tersebut. Bahkan, tambah Nyoman, sebelum berangkat GN juga meminta BPKB dan STNK mobil tersebut dengan jaminan dua gadis beserta mobil Terrios yang dibawa GN tersebut. ”Saat itu korban memberikan BPKB dan STNK mobilnya, kemudian pelaku langsung membawa mobil tersebut. Tak lama kemudian korban baru sadar kenapa BPKB dan STNK mobil miliknya itu diberikan begitu saja kepada pelaku. Karena merasa tertipu korban langsung melaporkannya ke Polres Kukar,” katanya. Sementara itu dua gadis yang dibawa pelaku ternyata tercatat sebagai Mahasiswi di salah satu universitas di Samarinda saat ditemui wartawan mengatakan, dirinya baru kenal dengan GN malam minggu (8/10) lalu ketika dirinya sedang bersama ke enam teman-temannya. ” Kalau tidak salah umurnya sekitar 30-an, ketika itu cowok tersebut (GN,Red) mengaku kepada saya tinggal di Jakarta dan tinggal di Samarinda karena kerja di tambang. Kemudian dia ajak kami ke Pub untuk karaokean dan berniat akan mengantarkan kami pulang dengan mobilnya,” Kata GN. Karena sudah kenal, lanjut BG, dirinya dan ML mau saja ketika diajak untuk ke Tenggarong, Rabu (12/10) lalu, dengan tujuan GN ingin membeli mobil dan berjanji akan memberikan tips kepada mereka. "Kalau mobil sudah berhasil dibeli maka saya dan teman saya akan dapat tips Rp 1,5 juta,” katanya. M4n
|