Kaltim Rawan Peredaran Narkoba 2011-10-14 15:47:53
SAMARINDA, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim H Sigit Muryono menyampaikan bahwa Kaltim merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang rawan dengan masalah Narkoba. Hal ini sangat memungkinkan mengingat letaknya yang berbatasan langsung dengan negara lain sehingga memudahkan barang-barang ilegal termasuk Narkoba masuk ke daerah ini. "Sebagai salah satu daerah yang rawan terhadap kejahatan dan penyalahgunaan Narkoba, kita yang tinggal di Kaltim tentunya, menginginkan agar provinsi ini terbebas dari dampak buruk yang diakibatkan oleh Narkoba. Karena itu, sekali lagi saya menyambut baik dan mem-berikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur bersama Panitia lainnya yang melaksanakan penyuluhan Narkoba ini," kata Sigit Muryono mewakili Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak pada acara Penyuluhan Pencegahan Penggunaan Narkoba di Kalangan Generasi Muda Kaltim. Acara itu dihadiri 80 peserta dari kabupaten dan kota se Kaltim. Sigit menambahkan, angka kejahatan yang berhubungan dengan Narkoba di Kaltim dari tahun ke tahun juga menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data yang ada saat ini peng-guna narkoba di Indonesia diperkirakan mencapai 1,5 persen dari jumlah total penduduk Indonesia. Sedangkan jika dirupiahkan, uang yang digunakan untuk mengkon-sumsi narkoba mencapai Rp20 triliun per tahunnya dan diprediksi akan terus meningkat. "Selain itu, hasil temuan Tim Kelompok Kerja Pembe-rantasan Penyalahgunaan Narkoba Departemen Pendi-dikan Nasional menyatakan sebanyak 70% pengguna Nar-koba di Indonesia adalah anak usia sekolah,"ujarnya. Menurutnya, Angka itu menunjukkan presentase pengguna Narkoba di kalangan usia sekolah mencapai 4% dari seluruh pelajar di Indo-nesia. Berdasarkan tingkat pendidikan, kelompok yang paling banyak mengkonsumsi Narkoba adalah kalangan mahasiswa (9,9 %), SLTA (4,8 %), dan (14 %). "Berdasarkan data tersebut, kita khawatir terhadap perkembangan penggunaan Narkoba. Apalagi saat ini para generasi muda terutama pelajar dan mahasiswa menjadi sasaran utama bagi peredaran barang haram ini,"tandasnya. Ditambahkan, dalam kaitan itu, pergaulan adalah masalah utama dari maraknya peredaran Narkoba yang semakin luas itu. Karena itu, sebagai makhluk sosial, pergaulan juga perlu kita kembangkan. Namun demikian, para muda remaja harus selektif memilih teman-teman pergaulan. Saya mengharapkan kepada para remaja dan pemuda yang hadir di sini dapat memilih dan memilah pergaualan dengah sebaik-baiknya. "Jangan terpengaruh bujuk raju atau ajakan teman yang menyesatkan, karena masa depan kalian masih panjang. Sekali kalian terjebak pada pergaulan Narkoba, seumur hidup akan sengsara,"pinta Sigit Dikatakan, upaya penangggulangan masalah Narkoba tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Untuk mengatasi masalah tersebut harus dilakukan tindakan yang terpadu antara semua komponen masyarakat dan pemerintah, sehingga hasilnya bisa efektif. "Oleh karena itu, diharapkan penyuluhan pencegahan dan penggunaan Narkoba ini juga berfungsi sebagai media untuk meng-koordinasikan dan mensinergikan semua upaya dalam penanggulangan masalah Narkoba di daerah kita,"tandasya Munuriutnya, peran orang tua, dalam mendidik dan membentengi anak agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas, penyalahgunaan obat-obatan terlarang cukup besar. Demikian pula dengan peran keluarga, lingkungan masyarakat, dan Pemerintah. Di sinilah pentingnya ketahanan keluarga dan ketahanan lingkungan. Untuk itu perlu dibangun komu-nikasi yang efektif antara anak dan orang tua.mar
|