100 Guru Ikuti Bimtek Guru Adaptif2011-10-17 16:16:44
Tenggarong, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kutai Kartangera, belum lama ini menggelar Bimbingan Teknik Guru Adaptif yang diselenggarakan di Hotel Grand Elty Tenggarong. Bimtek tersebut diikuti sekitar 100 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baik negeri maupun swasta. Kepala Dinas Pendidikan Kukar Dr Ir H Hermawan Msi menyatakan, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. KTSP dikembangkan oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan/Kantor Depag untuk pendidikan menengah dan pendidikan khusus,”Disamping itu KTSP merupakan kurikulum yang merefleksikan pengetahuan, keterampilan dan sikap sehingga dapat meningkatkan potensi peserta didik secara utuh. Diberlakukannya KTSP dalam dunia pendidikan di Indonesia berimplikasi cukup luas dan kompleks yang berkaitan dengan pembelajaran, pengalaman belajar, dan sistem penilaian.” Paparnya. Penerapan KTSP dalam sistem pendidikan di Indonesia tidak hanya sekedar pergantian kurikulum, tetapi menyangkut perubahan fundamental, karena penerapannya tidak hanya menyebabkan perubahan konsep, metode, dan strategi guru dalam mengajar, tetapi juga menyangkut pola pikir, filosofis, komitmen guru, sekolah, dan stakeholder pendidikan. Dirinya juga mengajak para guru untuk bersama-sama menciptakan kesamaan persepsi ”mari kita ciptakan kesamaan persepsi tentang pengembangan kurikulum diarahkan berorientasi pada tujuan tertentu, yang bertitik tolak dari tujuan pendidikan nasional, relevansi(kesesuaian), efesiensi dan efektivitas, fleksibilitas(keluwesan), berkesinambungan(kontinuitas), keseimbangan secara proporsional dan fungsional antar komponen, keterpaduan, serta pendidikan mutu dan mutu pendidikan.”ungkapnya. Sementara itu Ketua Panitia Ita Susanti S.S dalam sambutannya menyampaikan bahwasannya tujuan dari penyelenggaraan Diklat Guru Adaftif ini mengarah pada cara penyusunan Rencana Pelasanaan Pembelajaran Silabus untuk mata pelajaran Matematika dan Kewirausahaan. ”Diklat ini merupakan upaya peningkatan kualitas-kualitas profesionalisme tenaga pendidik dan agar tenaga pendidik lebih memahami tugas dalam standar kompetensi guru,” ungkap Ita. Acara Bimtek itu sendiri menghadirkan 4 narasumber dari Vocational Education Development Center for Agriculture(VEDCA) Cianjur. Acara tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Dr. Ir. H. Hermawan.,M.Si, turut pula kepala Bidang PNFI, PAUD dan Kejuruan H. Bahransyah, SE.,M.Si serta Kepala Sub Bidang Kejuruan Drs. Patahangi.adv/awi
|