Nelayan Kampung Baru Mengaku Makin Sulit Dapat Ikan 2011-10-17 16:26:12
Balikpapan,Pencemaran laut kembali terjadi di perairan Kampung Baru, Balikpapan Barat, minyak mentah (sludge oil) tampak terlihat menempel pada tiang-tiang penyangga rumah milik warga yang tinggal di pemukiman atas air RT 17 Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat. Dulu tiang rumah kita ini berwarna putih dan banyak keong laut yang menempel tapi sekarang tiangya berubah menjadi warna hitam pekat dan bau minyak sehingga keong laut tidak kelihatan lagi, ujar sejumlah warga RT 17 Kelurahan Baru Ulu Balikpapan Barat, Suharti, kemarin. Dia menduga, minyak mentah hasil buangan kapal atau perusahaan yang beroperasi di sekitar Kampung Baru ini sehingga mencemari pemukiman kampung atas air, soalnya setiap hari banyak kapal yang lewat di sini, mungkin kapal-kapal itu atau perusahaan kapal yang ada di Teluk Balikpapan yang membuang minyak kelaut sehingga mencemarkan lingkungan kami ini. Akibat adanya pencemaran ini telah mempengaruhi jumlah tangkapan nelayan yang tinggal di sekitar perairan Kampung Baru ini, buktinya kalau nelayan yang mencari ikan disekitar ini mengaku kalau makin sulit dapat ikan, padahal pekerjaan dan hidup kami bergantung dari hasil tangkapan ikan, ujar Sameng dan Nurdin, nelayan asal Kampung Baru Tengah. Sebelumnya, tambah dia, kalau memancing ikan tidak terlalu jauh ke tengah laut sudah bisa mendapat ikan banyak tapi sekarang harus sekitar tiga sampai empat kilometer dari pemukiman warga baru bisa mendapat ikan yang banyak, pokoknya susah sekarang mendapatkan ikan dari hasil pancingan, kami sangat berharap pemerintah kota perlu melakukan pengawasan terhadap kapal-kapal yang melintas di perairan kampung baru. Begitu juga dengan perusahaan-perusahaan yang mengoperasikan kapal-kapal laut perlu diberikan penyuluhan supaya tidak membuang minyak ke laut, sebelumnya pada bulan Agustus 2010 lalu, terjadi pencemaran minyak mentah di perairan Kampung Baru tepatnya di RT 04 Kelurahan Baru Tengah akibat pencemaran tersebut ribuan ikan di keramba milik Abidin warga Baru Tengah mati mengapung. max
|