Polres Paser Bertekad Berantas KKN2011-10-17 16:28:31
Tanah Grogot,Kapolres Paser AKBP Ade Yaya Suryana SIK, menyatakan saat ini banyak kasus-kasus korupsi yang berhasil dibongkar dan tidak sedikit pejabat yang berurusan dengan hukum karena diduga menyalah gunakan wewenang mereka, untuk itu kami perlu ingatkan masalah ini agar tidak terjadi didaerah ini karena dampak dampaknya sangat luas. Demikian dikatakan Kapolres Paser, pada saat menyematkan pin Anti Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) secara simbolis kepada tiga perwira setingkat Kepala Satuan (Kasat) sebagai wujud komitmen Polres Paser perang terhadap KKN, di gedung pertemuan Awa Mangkuruku Tanah Grogot, baru-baru ini. Penyematan pin dilakukan Kapolres kepada Kasat Reserse Narkoba (Kasatreskoba) AKP Imam Suryanto SIK, Kasat Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) AKP Tohari Kuswitanto SIK, dan Kasat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Ipda Bedjan SIK dan penyematan pin ini juga dilaksanakan di tingkat Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim awal Agustus 2011 lalu di Mapolda Kaltim Jln. Syarifuddin Yoes, Balikpapan. Kapolres mengatakan, pemakaian pin anti KKN ini merupakan bentuk sikap moral dan integritas personel polri yang patut diutamakan selama personel dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, institusi, bangsa dan Negara dan pemakaian pin ini bentuk komitmen antara atasan dan bawahan di lingkungan Polri untuk bersedia menolak korupsi, kolusi dan nepotisme, terang Kapolres. Masih menurut Ade Yaya, pemakaian pin anti KKN ini akan dikampanyekan di lingkungan Polri, mulai dari Mabes Polri hingga kepolsian sektor (polsek), untuk itu diharapkan dalam menjalankan penegakan hukum semua anggota tidak lagi bermain-main terhadap kasus yang ditangani, mulai dari proses penyidikan hingga gelar perkara, selain itu harus tanggap terhadap masyarakat yang tidak puas terhadap penyidik yang menangani perkara, pungkasnya. Pada acara pemasangan PIN disampaikan kepada seluruh anggota Polres aser agar menjalankan tugas engan baik dan tidak terpengaruh dengan pihak-pihak tertentu yang kemudian berpengaruh terhadap penanganan kasus KKN, Kapolres juga memberikan pembekalan contoh beberapa kasus yang ditangani pihak kepolisian karena terlibat KKN, beberapa contoh kasus seperti hasil operasi penyakit masyarakat (Pekat) Mahakam 2011 yang digelar serentak mulai 20 September hingga 9 Oktober 2011. Diketahui, beberapa Polsek satuan mendapat apresiasi karena mampu mengungkap beberapa kasus yang menjadi prioritas polisi, tapi ada juga satuan yang mendapat punishment karena selama gelaran Operasi Pekat tak mampu mengungkap satu pun kasus.max
|