Air Bersih di Makroman MemprihatinkanTerpaksa Andalkan Penjual Air Keliling
2011-10-17 19:29:58
SAMARINDA, Warga yang tinggal didaerah kota meskinya bersyukur, sudah memperoleh air bersih walau cuma "sedikit". Berbeda dengan nasib warga Makroman, Sambutan. Hidup di kawasan ini, bak hidup di padang pasir. Air bersih jadi karya Allah SWT yang mahal dan sulit didapat. Bermukim di kawasan Makroman, bukan pilihan tepat. Kendati Makroman menjanjikan masa depan cerah bagi anak cucu. Sawah, perkebunan dan budidaya ikan, salah satu pekerjaan tetap, banyak dilakoni warga Makroman. Semua pekerjaan berhubungan dengan alam, tentu membutuhkan banyak air. Agar tumbuhan yang ditanam bisa menghasilkan, sehingga dapat dinikmati warga. Jangankan puas, sulitnya mencari air bersih menambah susah kehidupan warga setempat. Agar dapat mengairi sawah, perkebunan dan kolam-kolam ikan terpaksa mengeluarkan uang lebih besar. Yakni untuk membuat gorong-gorong khusus air sungai, ke ladang mereka. Lebih parah, mencari air bersih guna kelanjutan hidup. Warga mau tidak mau kembali mengeluarkan uang lebih, membeli air bersih dari tengkulak air, yang biasa keliling kampung. "Kalau buat minum, kami harus membeli. Seperti saya, 1 minggu biasa membeli 2 tandon air bersih. Air dipakai masak, minum dan mencuci piring," kata M Sunardi, warga RT 13, Makroman. Sementara untuk mencuci pakaian, mandi dan sebagainya, M Sunardi mengandalkan air dari sumur bor, baru dibuatnya 2 bulan lalu. "Kalau mau cuci piring, air sumur bor bercampur minyak. Saya khawatir air yang keluar dari sumur bor beracun, karena tidak pernah dilakukan penelitian dari BLH," ucap M Sunardi. kawasan Makroman memang sampai saat ini belum terjangkau oleh saluran PDAM. Hal inilah yang membuat warga juga kesulitan mendapatkan air bersih. aon
|