Dipertanyakan Penggunaan Pelabuhan Feri Kariangau2011-10-18 22:57:10
Balikpapan,Sejumlah warga masyarakat mempertanyakan penggunaan pelabuhan feri Kariangau yang seharusnya untuk kapal-kapalferi lintasan Balikpapan-Mamuju namun dialihkan penggunaan untuk lintasan pendek Balikpapan-Penajam dan Balikpapan-Taipah, Sulawesi Tengah (Sulteng) sehingga kapal-kapal feri tujuan Mamuju masih tetap menggunakan pelabuhan swasta di Kampung Baru Tengah. ‘’Setahu kami sejak awal pembangunan pelabuhan Kariangau itu untuk lintasan panjang Balikpapan-Mamuju bukan untuk lintasan pendek, ini menyalahi aturan namun kenapa pihak Dirjen Perhubungan Darat (DirjenHubda maupun Dinas Perhubungan Kalimantan Timur sepertinya menyetujui saja kalau pelabuhan Kariangau itu untuk lintasan pendek Balikpapan-Penajam,’’ ujar tokoh masyarakat yang juga pengamat transportasi tinggal di Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Pengusaha yang sering melintasi pelabuhan Penajam dan Balikpapan ini mengaku kaget setelah pelabuhan Kariangau selesai ternyata yang menggunakan pelabuhan itu justru untuk kapal-kapal feri dilintasan pendek Balikpapan-Penajam sedangkan untuk lintasan Balikpapan-Mamuju hanya tetap menggunakan pelabuhan pribadi milik seorang pengusaha di Kampung Baru. Hal ini sebagaimana diungkapkan pengusaha yang minta namanya tidak dikorankan. "Setahu kami pada Detail Enginering Desain (DED), pelabuhan Kariangau itu hanya untuk kapal-kapal feri tujuan Mamuju, kenapa sekarang koq justru yang menggunakan kapal-kapal feri Balikpapan-Penajam, ini kan penyimpangan prosedur dan kami sudah tanyakan masalah ini ke Dishub Kaltim dan mendapatkan jawaban kalau pelabuhan Kariangau itu memang untuk kapal feri lintasan Balikpapan-Mamuju dan akan ditertibkan nanti," katanya. Pelabuhan Kariangau yang kini dikelola langsung oleh Direktorat Jenderala Perhubungan Darat (Dirhubdar) Pelabuhan Kariangau, sejak beberapa bulan terakhir ini sudah diambil alih pengelolaannya dari PT ASDP kepada Dirjenhubdar melalui Kepala Pelabuhan Kariangau Abdul Madjid, SH. Ketika masalah ini ditanyakan kepihak Dirjenhubda pelabuhan Kariangau, M. Noor membenarkan kalau awalnya dalam DED dan ketentuan dan perencanaan pembangunan pelabuhan Kariangau, pelabuhan itu untuk kapal-kapal feri lintasan Balikpapan-Mamuju namun karena lintasan ini sendimentasi tinggi sehingga harus dilakukan pengerukan secara berkala dan draf kapal yang bisa masuk ke pelabuhan Kariangau hanya untuk kapal-kapal dengan draf 2,5 meter, kalau kapal feri tujuan Mamuju memiliki draf diatas 3,5 meter sehingga kalau masuk kepelabuhan Kariangau pasti akan kandas dan yang bisa hanya kapal-kapal feri berukuran kecil saja seperti Balikpapan-Mamuju. "Pengalihan penggunaan pelabuhan feri Kariangau sudah diketahui baik oleh Dirjenhubda maupun Dinas Perhubungan provinsi Kaltim dan Dishub Balikpapan dan tidak ada keberatan karena alasannya masuk akal yakni kapal-kapal besar tidak bisa berlabuh dipelabuhan itu karena faktor draf yang bisa berlabuh hanya 2,5 meter," ungkapnya. Masih menurut M. Noor, dipelabuhan Kariangau ini tidak hanya kapal feri tujuan Penajam saja yang menggunakan pelabuhan itu tapi ada juga kapal feri tujuan Taipah, Sulteng dan sekarang tengah dibangun pelabuhan baru yang nantinya digunakan untuk lintasan Balikpapan-Mamuju dan juga Balikpapan-Penajam, apalagi saat ini jumlah kapal yang beroperasi 7:1 atau tujuh kapal beroperasi dan satu kapal istirahat untuk pemeliharaan. max
|