Penderita AIDS di Samarinda Berusia Produktif

2011-10-18  18:31:01

SAMARINDA, Sebanyak 52,75 persen atau 201 penderita AIDS di Samarinda dari total jumlah 381 orang, adalah usia produktif, antara 25 - 34 tahun. Dibawah 15 tahun sebanyak 18 orang, 16-24 tahun sebanyak 65 orang, 35-45 tahun sebanyak 69 orang dan diatas 45 tahun sebanyak 28 orang. Selain menular melalui hubungan seks, HIV juga bisa menular bila menggunakan jarum suntik secara bergantian, bekas pakai dan tidak steril.
Perlu diketahui HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk atau serangga lain, bersalaman , pelukan, ciuman, berenang bersama, terpapar batuk atau bersin, mamakai toilet bersama dan berbagi makanan atau menggunakan alat makan bersama.
Menurut Ketua Sekretariat KPA Samarinda M Basuki bahwa posisi terbanyak kedua jumlah pengidap HIV/AIDS di Kaltim adalah Kota Balikpapan, dengan jumlah penderita sebanyak 408 orang. Banyak masyarakat mengucilkan penderita HIV/AIDS karena menganggap selama ini bahwa bersentuhan saja akan tertular, padahal tidak. Tugas setiap anggota masayarakat adalah membuang pemahaman itu.
"Sejak adanya pemeriksaan HIV/AIDS di Kota Samarinda atau tepatnya bulan Desember 2005 hingga September 2011 sudah tercatat 381 orang terimfeksi HIV dari 4713 orang yang diperiksa. Dimana dari 381 orang itu, 173 orang terinfeksi HIV dan 208 orang positif AIDS," kata Basuki, Senin (17/10), saat dikonfirmasi melalui Poskota Kaltim.
Ditambahkan, hingga saat ini dari jumlah yang terinfeksi tadi, sudah meninggal sebanyak 129 pasien (28 pasien sudah menjalani terapi ARV dan yang belum diterapi 101 pasien). Para pengidap HIV/AIDS di Samarinda, menjadi penderita AIDS dan 36 orang meninggal dunia. Di Balikpapan dari 408 pengidap, 186 orang di antaranya menderita AIDS dan 44 orang telah dinyatakan meninggal dunia.
Kasus HIV/AIDS di Kaltim pertama kali ditemukan pada 2005, yakni saat dilakukan pemeriksaan VCT di lokalisasi Kilo Meter 10 Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Saat itu yang melakukan VCT adalah dari Dinas Kesehatan Kutai Kartanegara.
Penularan HIV/AIDS di Indonesia dimulai sejak 1987 dan diperkirakan penularannya masih akan berlanjut karena banyak faktor yang mempengaruhi mudahnya menularnya penyakit mematikan itu. Di antaranya adalah masih banyaknya orang yang melakukan hubungan seks tidak aman atau seks bebas. Selain itu, penyalah gunaan Narkoba dengan menggunakan jarum suntik secara bergantian juga sering dilakukan pecandu obat-obatan terlarang. aon

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1233 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...