Polda Kaltim Turunkan Tim khusus

Pantau Proses Hukum Tewasnya Anak Polisi

2011-10-18  18:33:56

SAMARINDA, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) akan menurunkan tim beranggotakan tiga perwira polisi untuk mengusut tewasnya remaja kelas 2 SMA Islam Samarinda, Ramadhan (17) yang ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polresta Samarinda.
Madan sapaan akrab Ramadhan, disebut meregang nyawa di Rumah Sakit Dirgahayu setelah sempat ditahan 4 jam oleh polisi, Minggu lalu.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Bambang Widayaratmo melalui Kabag Humas Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta kepada wartawan menjelaskan tim yang diturunkan mengusut ada atau tidaknya pelanggaran anggota polisi menangkap Madan dipastikan independen atau tidak memihak kepada pihak manapun.
"Tim dari Polda sudah turun ke Samarinda sejak hari kejadian. Tim ini independen untuk menindaklanjuti laporan keluarga korban ke Propam," ungkap dia.
Ketika didesak apa penyebab kematian Madan dari pemeriksaan sementara, Wisnu menjawab pihaknya masih menunggu hasil otopsi oleh dokter yang periksa jasad korban. "Kita tunggu hasil otopsinya untuk mengetahui pasti penyebab kematian Madan. Begitu juga dengan simpang siur berbagai versi kronologis dari kepolisian maupun dari keluarga. Semua akan diperiksa," katanya.
Tewasnya Madan, terdapat sejumlah kejanggalan. Keluarga korban menilai jasad Madan terdapat bekas luka di wajahnya yang bertolak belakang dengan Wakapolresta Samarinda AKBP Fajar Abdillah yang menyatakan pihaknya tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad korban.
Bahkan, penjelasan Fajar Abdillah berbeda dengan keterangan warga sekitar Jl Tongkol tepat depan SMP Negeri 21 yang merupakan lokasi kejadian awal mula korban ditangkap. Fajar menyebut polisi menyita minuman keras dari penangkapan Madan. Namun, warga yang enggan disebutkan namanya hanya mendengar sekumpulan remaja berkendara motor dihentikan dua mobil berisi polisi berpakaian preman. Ketika itu, para remaja langsung ditahan polisi dan tak tahu ada remaja sedang nongkrong menenggak minuman keras.
Warga yang menyaksikan keributan penangkapan korban dan tiga rekannya itu sempat behamburan keluar namun disuruh polisi kembali ke rumah. Kemudian, terdengar suara keras mirip tembakan senjata api berkali-kali. Peristiwa itu pukul 01.30 wita itu berlangsung singkat dan warga tak berani ikut campur.
Sementara itu, paman korban La Bia meminta kepolisian bekerja secara profesional dan  bertanggung jawab dalam penegakan hukum dalam mengusut pencurian kendaraan bermotor dan menertibkan kenakalan anak remaja di Samarinda. Polisi hendaknya berterus terang dan bersikap terbuka kepada publik tentang tewasnya Madan saat penangkapan. "Polisi harus terbuka jelaskan ke publik agar kasus tewasnya Madan menjadi terang benderang. Jangan ada yang ditutup- tutupi," katanya.
La Bia mempertanyakan adanya penahanan terhadap rekan korban Madan yaitu La Bombo di markas Polresta Samarinda karena memberi keterangan korban tidak minum minuman keras. Dari penjelasan diterima kepolisian, bahwa Madan ditangkap ketika nongkrong bersama temannya minum miras yang berbeda dengan keterangan warga Jl Tongkol, lokasi kejadian.
La Bombo diketahuinya melihat bagaimana Madan ditangkap polisi dan dibawa ke markas kepolisian. "Apa dasar penahanan La Bombo. Apakah dia bersalah atau tidak sehingga perlu ditahan," ujarnya.
Jasad korban Madan telah lebih sehari di kamar mayat Rumah Sakit AW Sjarahnie. Ini karena keluarga masih menunggu ibu korban, Wa Ode Muslimah datang ke Samarinda dari Bau-Bau Sulawesi Tengah untuk dimakamkan di kuburan muslimin. Sejumlah rekan dan kerabat korban datang menjenguk keluarga Madan di kamar mayat rumah sakit. opi/M4n

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1233 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...