Penuntasan Pembangunan Infrastruktur Wilayah PerbatasanFarid Wadjdy: Diprioritaskan Sampai Tahun 2013
2011-10-21 23:20:56
SAMARINDA, Wakil Gubernur Kaltim H Farid Wadjdy menjelaskan bahwa penuntasan pembangunan infrastruktur sebagai upaya percepatan pembangunan wilayah perbatasan, pedalaman dan daerah tertinggal di Kaltim memang membutuhkan biaya yang sangat besar. Namun demikian, penyeleseain pembangunan infrastrukturnya diprioritaskan sampai tahun 2013. "Pembangunan infrastruktur diarahkan untuk menggerakan ekonomi pada kawasan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi regional Kaltim, dan membuka keterisolasian di wilayah perbatasan dan pedalaman,"jelas Farid Wadjdy kepada media ini beberapa hari lalu. Menurut Farid, untuk menuntaskan jaringan jalan ruas Long Bagun Kutai Barat sampai Long Pujungan Malinau. Di samping itu, kita akan terus melanjutkan pengembangan landas pacu bandara di Long Bawan, Long Ampung dan Data Dawai secara bertahap, serta bantuan subsidi ongkos angkut. "Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, perlu ditingkatkan program beasiswa bagi anak-anak perbatasan hingga dapat menamatkan pendidikan tinggi,"ujarnya. Lebih lanjut Farid Wadjdy menjelaskan, wilayah perbatasan Kaltim terbentang memanjang dari Wilayah Timur sampai ke Barat, dengan panjang garis perbatasan langsung dengan Negara bagian Sarawak dan Sabah Malaysia Timur sepanjang Kurang lebih 1.038 Km, yang secara administrasi meliputi tiga Kabupaten yaitu Nunukan, Malinau dan Kutai Barat. Dan sasaran percepatan pembangunan kawasan perbatasan, pedalaman dan daerah terpencil tersebut selama ini sudah dijalankan dengan berbagai kegiatan pembangunan. Demikian pula untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, 10 puskesmas 24 jam yang ada di perbatasan saat ini perlu ditingkatkan jumlahnya beserta tenaga medis dan sarana prasarana pendukungnya, sehingga mampu melayani seluruh desa yang berada di perbatasan, pedalaman dan daerah tertinggal. "Selain itu perlu juga dilakukan upaya untuk menegakkan kewibawaan Republik Indonesia sehingga Negara tetangga segan untuk melanggar hak, kedaulatan dan harga diri bangsa Indonesia,"tandasnya. Menurutnya, pembangunan infrastruktur diarahkan untuk menggerakan ekonomi pada kawasan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi regional Kaltim, dan membuka keterisolasian di wilayah perbatasan dan pedalaman. "Untuk di daerah-daerah pusat pertumbuhan, pembangunan jalan dan jembatan diarahkan dengan membangun sistem logistik yang efisien dan efektif serta membangun inter-koneksivitas yang menghubungkan Kawasan-kawasan industri Kariangau, Kawasan Industri Bontang, Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional Maloy, Kawasan Industri Pariwisata Pulau Derawan dan sekitarnya kawasan Delta dan Food Estate, Bulungan, Kawasan Industri Perikanan Tarakan dengan Bandara dan Pelabuhan,"paparnya. Berkaitan dengan upaya membuka keterisolasian wilayah pedalaman dan perbatasan, saat ini masih terdapat 9 kecamatan yang belum diakses prasarana jalan. Berkaitan dengan hal tersebut Pemerintah Provinsi mendorong dibangunnya Jalan Akses ke Perbatasan sepanjang 473 km dan jalan pararel perbatasan sepanjang 920 km. "Selain itu Pembangunan Bandara di Long Ampung (Malinau), Long Bawan (Nunukan) dan Data Dawai (Kutai Barat) tetap menjadi prioritas pembangunan infrastruktur di Kaltim yang dilaksanakan secara bertahap,"kata Farid Wadjdy.mar/adv
|