Belum Sebulan Satnarkoba Tangkap 12 Tersangka2011-10-20 23:59:54
TANJUNG REDEB, Satuan Narkoba Polres Berau kembali menangkap 2 orang pengedar Shabu-shabu (SS) Rabu, (19/20) petang. Dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa 2 poket kecil SS. Keduanya merupakan daftar panjang yang menghias meja kerja Satnarkoba dibulan Oktober 2011. Dalam bulan ini satuan yang dibawahi AKP Bambang Budiyanto ini telah menangkap 12 pelaku dan merupakan tangkapan terbesar selama ini. Tersangka Datu Risdianto (34) yang bekerja sebagai satpam disalah satu bank di Berau ini diringkus petugas di jalan raya Kecamatan Sambaliung beserta Ardiansyah (22) saat melakukan transaksi. Menurut keterangan polisi, Risdianto merupakan pemain lama yang disebutkan polisi sementara rekannya mengaku baru 3 kali menjadi kurir SS. Selain BB berupa 2 poket SS, polisi juga mengamankan uang tunai sebesar Rp 510.000 sebaba BB. Keduanya diancam dengan UU Ri nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 112,atau 114 atau pasal 131 dengan ancaman kurungan minimal 4 tahun. Kapolres Berau AKBP Endro Prasetyo melalui Kasat Reskrim AKP Bambang Budiyanto menyebutkan pihaknya memang tengah menggiatkan untuk menjaring sebanyak mungkin pelaku pengedar SS di Berau. “Seperti kita ketahui akses masuk Berau sangat terbuka, dan jaringan pengedar shabu-shabu ini dapat memanfaatkan peluang itu, karenanya kita harus lebih meningkatkan kinerja untuk menghentikan atau memutus mata rantai peredaran Narkoba di Berau,” ungkapnya. Sejak tanggal 2 Oktober hingga 19 Oktober Satnarkoba berhasil menangkap 12 orang tersangka dari 5 kali penangkapan.Tanggal 2 oktober berhasil diamankan 0,8 gram SS,8 Oktober 0,2 gram, 9 Oktober 5,63 gram,13 Oktober 24,85 gram dan diakui hasil tangkapan itu merupakan yang terbesar selama ini.Terakhir 19 Oktober 2 poket kecil SS yang belum ditimbang hingga berita ini diturunkan. Total SS yang berhasil diamankan dari tangan pelaku terkecuali tangkapan terakhir seberat 31,48 gram. “Untuk mengungkap kasus-kasus ini kita memang harus bekerja ekstra keras, dimana jaringan narkotika yang ada merupakan jaringan yang terpisah dan memiliki karakter saling menutup diri, namun demikian komitmen kami adalah memberantas seluruhnya dengan kemampuan kami disini,” tegas Bambang. Untuk tangkapan terakhir, diakuinya baru berhasil menangkap pengedar kecil serta kurir. Sementara bandar dibalik keduanya berhasil melarikan diri setelah kedua tersangka Risdianto dan Ardiansyah tertangkap. “Kami masih mengejar dia, dan pelaku-pelaku lain yang masih berkeliaran,” tandasnya. as
|