PDAM Diminta Menata Keuangan Sesuai SAK-ETAP

2011-10-21  00:03:06

Balikpapan, Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) yang ada diseluruh Indonesia masih banyak yang belum melaksanakan pelaporan keuangan sesuai ketentuan sehingga menimbulkan berbagai masalah, untuk mengatasai masalah itu Perhimpunan Perusahan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Kalimantan Timur (Kaltim) mengundang sejumlah pakar keuangan termasuk Kasubdit Pengawasan BUMD Jasa Air Minum BPKP Albertus Yudha Purwadi, SE, MSi, Azrul Andalliza, AK MBA, Bendo Prayogi dan Eko Rustamadi untuk membahas cara penyusunan sistim keuangan yang sesuai dengan sistim akuntansi yang berlaku.
Untuk hal ini maka Perpamsi Kaltim mengadakan Sosialisasi Penerapan SAK-ETAP Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan keuangan dan Sosialisasi KPI PDAM di Hotel Bahan Surya, Balikpapan, Kamis (20/10) kemarin.
Menurut Ketua Perpamsi Kaltim Alimuddin, sebagai pelaksana Sosialisasi mengatakan sosialisasi Penerapan SAK-ETAP (Standar Akuntansi Keuangan-Entitas Tanpa Akuntan Publik) merupakan sosialisasi yang pertama di Indonesia, ini diharapkan agar semua PDAM yang ada di daerah ini mampu membuat laporan keuangan sesuai ketentuan yang ada, karena selama ini pelaporan keuangan masih dilakukan sesuai kemampuan yang ada sehingga tidak sesui dengan apa yang diharapkan.
Dibagian lain Albertus Yudha, kepada wartawan mengatakan masalah pelaporan keunagan disemua PDAM masih belum sesuai dengan sistim akuntansi yang ada dan ini pasti akan bermasalah, olehnya kami akan terus melakukan sosialisasi terkait SAK-ETAP dengan harapan semua PDAM yang ada baik di Kota atau Kabupaten bisa membuat pelaporan keuangan dengan ketentuan yang ada, yakni seperti apa yang disampaikan dalam sosialissai kali ini.
Dari data yang ada jumlah PDAM diseluruh Indonesia berjumlah 402 itu berdasarkan audit tahun 2010 dan dari angka itu ternyata sebanyak 265 PDAM namun yang sudah melaksanakan pelaporan sesuai ketentuan baru sebanyak 130 PDAM tapi belum seperti hasil sosialisasi yang kami lakukan sekarang ini.
Tujuan dilakukan sosialisasi penerapan SAK-ETAP kalai ini adalah untuk mendapatkan berb agai amsukkan serta menyatukan persepsi dalam membuat pelaporan keuangan sehingga tidak menyusahkan pemeriksa termasuk BPKP, karena sudah ada standar baku pelaporan keuangan maka diharapkan semua manajemen PDAM mengacu pada aturan yang ada.
‘’Kita ini kan bukan BUMN yang menjadi perusahan penghimpun hasil pendapatan untuk dimasukkan dalam kantong kas Negara dan BUMN masuk pada pasar modal sedangkan kita tidak mengejar keuntungan atau menggunakan keuangan rakyat untuk modal tapi PDAM benar-benar hanya berharap dari penjualan air kepada pelanggan olehnya penerapan standar akuntansi kita mengacu pada Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) bukan Bapepam atau pasar modal," katanya.
Ditanya kendala utama dari PDAM yang ada di Indoenesia, lagi-lagi Albertus Yudha mengatakan hanya berkaitan dengan sistim pelaporan keuangan yang belum seragam, untuk itu melalui sosialisasi yang kami lakukan sekarang ini maka akan didapat kesamaan bentuk pelaporan baik PDAM yang ada di kabupaten maupun yang ada dikota-kota besar.
"Bersamaan dengan sosialisasi ini kami tekankan masalah kinerja, keuangan dan administrasi, ini penting sekali dipahami sehingga pelaporan keuangan nantinya tidak akan keliru," katanya.max

Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
KAMIS
New User Login




Video News
To watch this video, you need the latest Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...

 
 
 
 
 
 
 
 
Iklan...
Raih sukses didepan mata
Media promosi online poskota kaltim.com sarana terpercaya untuk mempromosikan usaha anda dalam sekejap akan dilihat oleh dunia

Ucapan Terima Kasih
Segenap Pimpinan dan Seluruh Staff Atas kepercayaan Anda Membuka WebSite Kami

Hotline
Editorial
Solusi
Surat Pembaca
Polling
Berita apa saja yang menurut anda sangat diminati pembaca poskotakaltim
Daerah
pariwisata
hukum
Pendidikan
perekonomian
semua berita
 
total pemilih : 1233 | Lihat Hasil
Pasang iklan anda disini...