Jembatan Kampungbaru-Kariangau Dibangun 20122011-10-21 00:05:49
Balikpapan, Jembatan Karingau yang menghubungkan Kelurahan Baru Ulu dengan kelurahan Kariangau Kecamatan Balikpapan Barat dinilai sangat mendesak untuk direalisasikan, namun kendala paling mendasar dalam pembangunan jembatan ini karena Pemkot masih kesulitan dana. Melihat APBD 2011 saja defisit, kondisi tidak jauh berbeda diperkirakan yang nanti dialami pada tahun 2012, wajar jika jembatan yang menghubungkan dua kelurahan di Balikpapan Barat, yakni Kariangau dan Baru Ulu bergantung pada APBD Provinsi Kaltim, olehnya diharapkan pemprov Kaltim bisa menganggarkan pembangunan jembatan yang dinilai cukup startegis itu. ‘’Usulan kita ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) pada APBD 2012 itu sebesar Rp. 920 miliar, salah satunya adalah untuk pembangunan Jembatan Kariangau, kalau kita yang mendanai sangat sulit makanya kita harapakan APBD provinsi bisa disisihkan untuk pembangunannya,’’ kata Drs. H Suryanto, MM, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Balikpapan kemarin. Suryanto mengatakan, untuk Detile Enggering Desine (DED) sudah rampung dibuat dengan nilai Rp. 1,3 miliar, sekarang tinggal menunggu dana untuk pembangunan fisik dan diperkirakan memerlukan anggaran Rp. 123 miliar untuk pembangunan jembatan dimaksud, untuk diketahui jembatan ini memiliki bentang 560 meter dengan enam bentang, lebar 9 meter dan ketinggian dari pasang air laut tertinggi 17 meter, sedangkan untuk jalan pendekat diperkirakan 1.000 meter. “DED sudah ada pakai dana APBD Kota, termasuk juga studi kelayakan dan Amdal, mudah-mudahan kalau provinsi setuju, 2012 sudah bisa dilaksanakan pembangunannya (fisik, red),’’ tutur Suryanto. Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Muhammad Adam, mengatakan bahwa Kariangau yang saat ini masih tertinggal memang perlu mendapat perhatian lebih untuk itu pembangunan jembatan sangat diperlukan karebna dengan terhubungnya Kariangau dengan Baru Ulu, maka dapat dipastikan kedua kelurahan itu akan cepat berkembang, utamanya Kariangau mengingat terpangkasnya jarak ke pusat kota. Ketua Fraksi Hanura dan PDS itu, mengharapkan pada 2012 sudah ada pengerjaan fisik pembangunan jembatan, ini program jangka panjang sehingga kalaupun nantinya akan ada biaya yang cukup besar maka itu sebuah investasi yang nyata mengingat hasil yang nanti didapatkan daerah akan lebih besar lagi apabila daerah Kariangau mulai berkembang industrinya. ‘’Balikpapan pasti kesulitan kalau mengerjakan sendiri, tapi kalau multy years maka Provinsi bisa membantu, lagipula pada APBD Perubahan 2011 ini Balikpapan tidak dapat apa-apa, wajar kalau jembatan ini harus gol di APBD 2012, termasuk stadion dan RSUD Balikpapan,’’ tandasnya.max
|