Kebakaran Disinyalir Warga Lalai Gunakan Listrik2011-10-21 00:15:17
SAMARINDA, Kebakaran di kota Samarinda belakangan ini disinyalir akibat kelalaiaan warga kota Samarinda menggunakan aliran listrik. Ironisnya semua kebakaran terjadi di rumah bansal yang ditinggal pergi pengontraknya. Dari itu, Wakil Walikota Samarinda Nusyirwan meminta semua rumah kontrak di Samarinda yang telah berumur untuk memeriksakan instalasi listrik. Selain itu diharapkan pengguna rumah kontrak memperhatikan penggunaan aliran listrik dengan benar. Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Samarinda Nusirwan Ismail saat berada di lokasi kebakaran di Jl Pahlawan Kelurahan Dadi Mulya Rabu malam (19/10) lalu. Sekali lagi Nusirwan menegaskan bahwa kebakaran disebabkan akibat rumah sewa atau bansal. "Ini harus segera menjadi perhatian. Beberapa kasus kebakaran terjadi akibat konsleting listrik di rumah sewaan atau bansalan, " kata Nusirwan. Dia menghimbau agar PLN atau pemilik rumah kontrakan maupun bansalan memperhatikan sirkulasi listrik dirumahnya. Kalau perlu setiap instalasi rumah kontrakan dilakukan perbaikan. "PLN harus merazia rumah kontrakan atau bansalan, sehingga tidak ada lagi penggunaan instalasi ilegal," kata Nusirwan. Untuk itu, lanjutnya pemerintah akan meminta PLN melakukan pemeriksaan instalasi rumah kontrakan. Selain itu, kata dia, untuk kepentingan lebih besar di masa mendatang maka dalam penataan kembali kawasan ini diharapkan ketersediaan akses jalan masuk bagi kendaraan pemadam kebakaran. "Kawasan ini harus benar-benar ditata, jangan lagi terulang jika terjadi bencana justru petugas bencana kesulitan melakukan pertolongan," kata Nusirwan. Sebelumnya kebakaran besar kembali terjadi si Samarinda, kali ini terjadi di Jalan Pahlawan kelurahan Dadi Mulya Rabu (19/10) malam. Seratus rumah warga yang berada di lokasi padat penduduk itu hangus terbakar, petugas pemadam harus berkerja keras selama 3,5 jam untuk memadamkan api. Api berkobar selama kurang lebih 3,5 jam, di mulai sejak pukul 18.30 Wita dan baru bisa dipadamkan sekitar pukul 23.00 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Api diduga berasal dari rumah kos-kosan yang terletak di RT 30 atau berada dilokasi yang datar. Api dengan cepat menyebar dan menghanguskan rumah warga yang lainnya karena kebanyakan kontruksi rumah warga yang terbuat dari kayu, disamping itu rumah yang terbakar berada di kerang yang paling bawah membuat api langsung menghanguskan rumah lainnya yang berada di atasnya. Warga sekitar berusaha keras memadamkan api. Tapi usaha warga menjadi sia-sia, karena angin bertiup kencang. Warga kian panik, menyelamatkan barang berharga milik mereka. Warga pun terlihat sibuk mengangkat perabotan rumah tangga mereka, untuk dibawa ke tanah lapang atau lokasi aman di sekitar kediaman mereka. Lokasi perbuktian membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan untuk mencapai TKP sehingga beberapa unit mobil pemadam hanya standby di Hotel Temindung untuk mencegah api mengarah ke perkampungan dilokasi dekat situ. Kesulitan ini membuat rumah-rumah warga yang berad adi puncak bukit ini menjadi tidak tertolong, bahkan beberapa rol slang petugas pemadam kebakaran hagus terbakar karena tidak sempat diselamatkan saat kehabisan air. "Petugas kami sudah berusaha mencapai puncak namun sayangnya air yang kita siramkan tidak cukup kuat untuk naik keatas sehingga banyak selang yang hangus terbakar karena api tidak terkendali saat kehabisan air," kata Kepala UPTD Dinas Kebakaran Kota Samarinda, H Farid. Warga sekitar yang rumahnya berada di sekitar lokasi kebakaran berupaya memadamkan api yang mulai menjalar dari rumah ke rumah dengan begitu cepat. Namun upaya warga ternyata tak membuahkan hasil maksimal. Bahkan beberapa pipa PDAM terpaksa dirusak agar mendapatkan sumber air, namun karena besarnya api yang berkobar tidak seimbang dengan ketersediaan pasokan air membuat api baru bisa ditanggulangi setelah 3,5 jam. Musibah kebakaran kembali melanda Kota Tepian. Rabu (19/10) kemarin, diperkirakan 100 rumah di Jl Pahlawan, Kelurahan Dadimulya, Kecamatan Samarinda Ulu, yang berada di 4 RT sekaligus. Yaitu RT 27, 28, 29 dan 30 ludes dilalap si jago merah. M4n
|