DPRD Pesimis Tol Balikpapan - Samarinda Tuntas 20132011-10-24 21:31:43
SAMARINDA, DPRD Kalimantan Timur pesimis proyek jalan tol Balikpapan - Samarinda sepanjang 99,02 Kilometer tuntas 2013 mendatang, karena sampai sekarang masih banyak kendala yang menyebabkan proyek itu tersendat-sendat. "Proyek tol sampai sekarang ternyata masih terganjal izin alih fungsi lahan Hutan Lindung DAS Manggar maupun Tahura Bukit Soeharto. Selain itu juga ada tabrakan dengan areal 28 perusahaan tambang batubara, yakni 17 di Kabupaten Kutai Kartanegara dan 11 di Samarinda. Kalau persoalan ini tak dituntaskan, DPRD Kaltim pesimis proyek tol selesai 2013,"kata Ketua DPRD Kaltim, HM Mukmin Faisyal HP, ketika memberikan pengantar pada rapat paripurna DPRD Kaltim ke-29 dengan agenda tanggapan pemerintah terhadap dua Raperda inisiatif DPRD di gedung utama dewan, Rabu (19/10). Menurut Ketua DPD Partai Golkar Kaltim ini, dari lima paket pembangunan jalan tol, ternyata hanya paket lima di Balikpapan, yakni dari Kilometer 13, Karang Joang ke Manggar, yang tidak terganggu izin usaha pertambangan maupun kawasan hutan lindung dan konservasi. Adapun paket satu, yakni dari Kilometer 13, Karang Joang ke Samboja, melintasi Hutan Lindung Sungai Manggar sepanjang 8,155 Kilometer. Sedangkan dua segmen di paket dua masuk Tahura, masing-masing 3,46 Kilometer di selatan dan 21,612 Kilometer di utara Bukit Soeharto. "Saya atas nama pimpinan dan anggota DPRD Kaltim mengingatkan pemerintah provinsi agar segera menuntaskan persoalan ini supaya tidak berlarut-larut. Janji pemerintah provinsi bahwa pemerintah pusat segera menyetujui Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) yang terkait dengan izin meng-Area Penggunaan Lain-kan atau Meng-APL-kan kawasan tersebut harus ditepati," kata politisi asal Dapil II Balikpapan, PPU dan Paser yang memperoleh suara tertinggi pada Pemilu 2009 tersebut. Pria kelahiran Sinjai, 13 Juni 1950 ini menegaskan, dukungan DPRD Kaltim dengan mengalokasikan anggaran secara pola kontrak tahun jamak sebesar Rp2 triliun untuk membiayai proyek tol semestinya dapat membuat pembangunannya berjalan lancar. Tidak perlu lagi dibayang-bayangi kendala aspek legal yang semestinya sudah tuntas pada saat studi kelayakan proyek. Kendala pada aspek legal menunjukkan studi kelayakan proyek jalan tol Balikpapan - Samarinda ini tidak matang. Bisa juga persoalan aspek legal sengaja digampangkan. Padahal soal ini semestinya diselesaikan di awal dan tidak berlarut-larut sampai sekarang. "DPRD Kaltim tak begitu yakin proyek ini bisa tuntas tahun 2013. Apalagi enam investor yang sering disebut-sebut pemerintah provinsi bakal menanamkan modal di proyek ini hingga sekarang belum jelas batang hidungnya. Demikian pula bantuan anggaran yang dijanjikan pemerintah pusat melalui APBN, sampai sekarang belum jelas realisasinya," kata politisi yang dekat dengan rakyat kecil tersebut. Agar proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda berjalan sesuai rencana, DPRD Kaltim meminta pemerintah provinsi benar-benar serius memberi perhatian pada proyek ini, termasuk mengatasi dengan cepat dan tepat semua persoalan yang menjadi kendala. Dewan merasa sudah memberikan dukungan maksimal terhadap kelancaran proyek ini, terutama dalam penganggarannya. "Waktu terus berjalan, jadi jangan biarkan berlarut-larut kendala-kendala yang menghadang. Segera atasi dan selesaikan," tegas Mukmin Faisyal. hms/adv
|