Keamanan Rutan Perlu Ditingkatkan2011-10-25 16:51:11
TANJUNG REDEB,Rutan kelas II B Tanjung Redeb masih membutuhkan lebih banyak lagi anggota untuk lebih meningkatkan keamanan di dalam Rutan. Pasalnya, masih terjadi perkelahian antar sesama warga binaan yang menyebabkan cederanya penghuni lain. Seperti kerjadian pada 16 Oktober lalu, dimana salah seorang warga sampai mencederai warga binaan lain. Kasus ini sempat menjadi simpang siur lantaran tersiar kabar bahwa salah seorang warga bernama Lannapu titipan dari Kejaksaan Tanjung Selor, sempat sekarat dipukuli petugas Rutan. Bahkan dikabarkan keluarganya ingin menindak lanjuti kasus tersebut ke Kejaksaan Tanjung Selor. Setelah dikonfirmasi, Kepala Rutan Tanjung Redeb, M Iksan SE membenarkan jika sempat terjadi kasus perkelahian di dalam wilayah kerjanya. “Saya kebetulan tidak berada ditempat saat kejadian, namun informasi yang saya kumpulkan bukan petugas memukuli warga binaan, melainkan warga berkelahi karena sesuatu hal, namun sudah didamaikan. Jadi tidak benar jika warga binaan dimaksud dipukuli hingga sekarat,” jelas Ikhsan saat ditemui diruang kerjanya, Senin (24/10). Kejadian itu, seperti tercantum dalam surat pernyataan Lannapu, dimulai ketika korban bernama Bahar bertemu dengan Lannapu di blok Sangalaki 6. Bahar disebutkan merupakan informan polisi yang membuat tersangka mencederai Bahar lantaran dendam. Dimana Lannapu sendiri dititipkan di Rutan Tanjung Redeb atas tuduhan kasus Narkoba jenis Shabu-shabu. Namun atas kejadian yang terjadi, kembali ditegaskan Iksan telah diselesaikan secara damai oleh keduanya. Bahkan dalam surat pernyataan disebutkan kasus perkelahian itu tidak akan diperpanjang, dan tidak akan menuntut siapapun. “Warga bernama Lannapu juga mengaku menyesal dan telah meminta maaf kepada korban,” terang Iksan. Kini kembali menyisakan persoalan bahwa keamanan Rutan perlu ditingkatkan, salah satunya dengan penambahan petugas. “Kita maunya ditambah, cuma itu semua tergantung kebijakan Kementrian Hukum dan HAM,” tandas Iksan. as
|