Diselidiki Penumpang KM Farina Terjun Kelaut 2011-10-25 16:53:16
Balikpapan,Pihak Kantor Prima Vista Pusat Surabaya dan Kantor Cabang Balikpapan bersama polisi Polsek Kawasan Pelabuhan Semayang melakukan proses penyelidikan guna mengungkap apakah korban penumpang kapal feri KM Farina Nusantara murni bunuh diri dengan melompat dari atas kapal saat kapal sedang berlayar dari Surabaya menuju Balikpapan ataukah ada penyebab lain. Korban Kosir (41) warga asal Tulungagung Jawa Timur itu sudah terlihat berada mengapung di laut sedangkan saat proses melompatnya tak satu pun saksi penumpang kapal melihatnya termasuk rekan korban Adi Sutik (35), dia sebaliknya tidak percaya kalau Kosir bunuh diri dengan melompat dari atas kapal. Adi Sutik mengaku, korban tak punya masalah serta tidak pernah bercerita kalau dia ada masalah dengan siapa saja termasuk dengan keluarga dan memutuskan untuk mencari pekerjaan di Balikpapan. ‘’Seperti tidak percaya saja, korban nekat melompat dari kapal, kami sempat berkumpul bertiga di kafé kapal, tak ada firasat apa pun, tiba-tiba ada pengumuman penumpang jatuh ke laut,’’ tutur Sutik. Ditanya kalau Kosir benar lompat ke laut bunuh diri, Sutik mengatakan karena sejak ada pengumuman ada orang yang terjun kelaut, kami saling mencari keluarga kami dan ternyata Kosim tidak muncul-muncul. ‘’Karena dia (Kosir, red) tidak muncul-muncul setelah ada pengumuman kalau ada orang terjun ke laut, ponsel serta tasnya juga ditinggal, apalagi awak kapal sudah berkeliling mencari namun tak kunjung ditemukan sehingga kecurigaan kami kalau dialah yang loncat itu,’’ ungkap Adi, juga keluarga Kosir. Tidak ada tanda-tanda keanehan sama dia selama dari rumah sampai di atas kapal, biasa saja mereka bertiga mengaku merantau ke Balikpapan karena diajak oleh korban, tapi belum mendapatkan pekerjaan. Sementara itu, nakhoda kapal KM Farina Nusantara, Abdul Anshar Saad mengatakan, saat ada laporan penumpang terlihat mengapung di laut, kapal segera berhenti dan melakukan pencarian selama lebih kurang 4 jam, namun jasad tak kunjung ditemukan apalagi saat itu kondisi angin kencang disertai gelombang laut tinggi di perairan sekitar Masalembo. "Kami langsung melakukan pencarian dibantu kapal-kapal yang kebetulan melintas saat itu namun tidak ditemukan orang yang terjun kelaut itu sehingga kami langsung memutuskan untuk melanjutkan pelayaran menujnu Balikpapan," jelas Abdul Anshar. Untuk diketahui, penumpang KM Farina Nusantara dari Surabaya tujuan Balikpapan diduga nekat bunuh diri dengan lompat ke laut hingga dinyatakan hilang pada posisi 25 mil Timur Laut Pulau Masalembo, Minggu (16/10) sekitar pukul 04.40 Wita atau 16 jam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung perak Surabaya menuju Pelabuhan Semayang Balikpapan. Rencananya, Kosir akan mendatangi keluarganya di Balikpapan karena ada pekerjaan sehingga Sutik dan satu temanya yang lain diajak, korban meninggalkan seorang istri dan satu anak yang duduk di bangku kelas 2 SD.max
|