Bupati Kaseh Selamat Ultah Sultan ke-87Rita: Sejarah Kukar Tak Terlepas dari Kerajaan Kutai
2011-10-25 16:58:40
TENGGARONG, Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, Senin (24/10) memberi kaseh selamat kepada Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura HAM Salehoeddin II yang berulang tahun ke-87. Pemberian ucapan selamat diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Sultan Kutai yang selanjutnya diserahkan kepada Bupat Rita Widyasari dan Ketua DPRD Kukar Awang Yacoub Luthman, dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat yang diawali Bupati Rita Widyasari, Ketua DPRD Kukar Awang Yacoub, Wakil Bupati HM Ghufron Yusuf, Sekkab Kukar HAPM Haryanto Bachroel diikuti para kepala SKPD dan undangan lainnya. Dalam acara yang berlangsung sederhana di Kedaton Tenggarong itu, Bupati Rita Widyasari atas nama Pemkab Kukar, masyarakat dan pribadi mengucapkan selamat ulang tahun. "Kepada ayahanda Sultan HAM Salehoeddin II selamat ulang tahun ke-87, mudah-mudahan selalu diberi kesehatan, panjang umur dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT, Amin ya Rabbal Alamin," ucap bupati. Bupati dalam kesempatannya mengatakan, sejarah Kabupaten Kutai Kartanegara tidak bisa dilepaskan dari sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara dengan Kedaton sebagai pusat kegiatan, dimana diakui Kedaton mempunyai peranan yang sangat penting sebagai faktor penentu dalam dinamika kehidupan masyarakat Kutai. Lanjut Bupati, Kedaton juga merupakan salah satu sistem simbol identitas masyarakat Kutai pada khususnya dan masyarakat Kaltim umumnya. Penerapan nilai-nilai kebudayaan, pemaknaan dan penghayatan hidup cara pandang hidup dan nuansa kehidupan batiniah yang berlandaskan Islam. "Keselarasan hidup dalam berbagai bidang yang dicapai masyarakat Kutai Kartanegara tersebut tidak bisa dilepaskan dari peran sultan sebagai pemimpin yang diakui dan sah berkuasa dimasa itu," kata Bupati. Disamping itu menurut Rita, sultan memiliki peran sentral sebagai media dan fasilitator dalam pencapaian antara kebudayaan lokal dan kebudayaan Islam dan perkembangan akan menghasilkan suatu sosok budaya yang mencerminkan kehidupan yang sangat religius dalam kehidupan masyarakat Kutai hingga saat ini. Meskipun demikian, lanjut Bupati, tidak banyak generasi muda di zaman sekarang khususnya di Kukar yang meluangkan waktunya menelaah akar budaya yang merupakan pondasi nilai-nilai hidup bangsa Indonesia dibanding nilai-nilai tradisi budaya yang luhur. Maka itu Bupati mengatakan Kedaton merupakan benteng terakhir yang menjaga keluhuran nilai dari sebuah tradisi yang instan dan prakmatis dan terdapat banyak nilai-nilai luhur, baik nilai moralitas maupun nilai spiritual lainnya. yd
|