Tenggarong Juga Buka Pelayanan e-KTP Hari SabtuWalau Tanpa Undangan Warga Bisa Dilayani
2011-10-25 16:59:29
TENGGARONG, Kecamatan Tenggarong membuka pelayanan pembuatan KTP elektronik (e-KTP) tidak hanya saat hari kerja dari siang hingga malam hari, tapi juga melayani masyarakat yang ingin membuat e-KTP pada hari Sabtu. Camat Tenggarong Tajuddin Noor mengatakan, penambahan hari dan jam kerja petugas pelayanan e-KTP di Kecamatan Tenggarong itu tidak lain demi memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat dalam rangka menyukseskan program e-KTP di Kukar. Sebagai salah satu kabupaten percontohan penerapan e-KTP di Indonesia, Tajuddin mengatakan Kukar harus dapat menjadi kabupaten yang patut dicontoh bagi daerah lain, baik dalam lingkup Kaltim bahkan nasional. "Untuk itu kita berupaya memberikan pelayanan yang maksimal. Salahsatunya dengan menambah hari dan jam kerja, dimana hari Sabtu kita juga melayani pembuatan e-KTP," kata Tajuddin Noor. Namun, lanjut Tajuddin, pelayanan yang diberikan itu mesti disertai dengan sikap proaktif masyarakat khususnya wajib KTP untuk datang mendaftarkan diri. "Jadi, proaktif masyarakat sangat penting dan kita dalam hal ini tidak hanya melayani masyarakat yang datang dengan undangan tapi kami juga mempersilahkan masyarakat datang walau tanpa membawa undangan," ungkap camat. Hal itu disampaikan terkait adanya masyarakat yang bertanya-tanya kenapa belum menerima undangan pembuatan e-KTP, yang mana menurut camat mungkin saja itu dikarenakan pembagian porsi yang dibuat pihak kelurahan. Hanya saja, kemungkinan ada beberapa masyarakat yang sudah menerima undangan tapi belum sempat datang, maka porsi tersebut bisa diisi oleh warga yang memiliki waktu luang namun belum menerima undangan. "Yang jelas, siapa saja yang datang dengan membawa syarat KTP dibawah bulan Mei atau sebelum verifikasi, maka akan dilayani sesuai nomor antean," ujar camat. Mengenai jumlah masyarakat yang telah mebuat e-KTP terhitung sejak dilakukan lounching menurut camat sudah mencapai 2.500 wajib KTP. Camat juga mengatakan pihaknya tidak berbicara target, namun yang paling penting adalah bagaimana memberikan pelayanan yang maksimal. "Kita tidak bicara target, tapi kita upayakan semaksimal mungkin," tegasnya. Jika dibanding kecamatan lain di Kukar, kata Tajuddin, Kecamatan Tengarong memang baru buka pelayanan e-KTP setelah lounching, sementara kecamatan lain sudah lebih dulu memberikan pelayanan, khususnya kecamatan yang sudah memiliki perangkat e-KTP. Menyangkut kendala, Tajuddin mengungkapkan selama ini petugas hanya melayani dengan satu set alat (perangkat e-KTP) dan kendala juga bisa muncul akibat konesi internet yang terganggu. Selain itu, tenaga operasional yang terlatih hanya ada 8 orang dan yang menjadi masalah, tenaga tersebut juga dibutuhkan dalam pelayanan program Sistem Administrasi Kependudukan (SIAK) di kantor camat. "Artinya, tenaga yang kita butuhkan untuk e-KTP itu juga yang kita butuhkan di pelayanan SIAK," ujarnya. Namun, lanjut camat, beberapa hari lalu sudah ada penambahan satu set lagi perangkat e-KTP dan diharapkan dengan penambahan alat tersebut dapat membantu meningkatkan pelayanan. Dalam kesempatan kemarin, Tajuddin juga menyampaikan pihaknya sudah banyak menerima kunjungan dari beberapa daerah sekitar yang sengaja datang untuk mempelajari penerapan e-KTP di Tenggarong. Kunjungan-kunjungan tersebut memang diakui menyita waktu petugas, namun di sisi lain menurut camat, itu merupakan sebuah kebanggaan, karena menjadi Tenggarong bisa menjadi kecamatan percontohan. "Kita bersyukur dapat memberikan contoh yang baik bagi daerah lain," ujar camat usai menerima kunjungan kerja dari Disdukcapil Kabupaten Paser kemarin. yd
|