Pembinaan Karakter Pegawai Harus Berkesinambungan2011-10-27 00:31:02
SAMARINDA, Sekretaris Provinsi Kaltim H Irianto Lambrie, menegaskan, untuk meningkatkan karakter bangsa, khususnya pembinaan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), diharapkan dapat dilakukan secara berkesinambungan. Dimana pembinaan prilaku tersebut tentunya perlu dilakukan secara terus-menerus berkesinambungan, bahkan setiap hari. “Nah, saya pikir di masing-masing SKPD ada instrumen-instrumen itu. Mulai dari instrument pembinaan spiritualnya. Itukan juga untuk membangun karakternya. Kemudian, misalnya ada ceramah mingguan dan bulanan. Kemudian, membangun hubungan yang baik dengan sesama. Silaturrahmi dan ada juga arisan pegawai, dan kemudian ada kegiatan-kegiatan olahraga. Jadi, itu semua dapat membangun pembinaan karakter pegawai,” ungkap Sekprov Kaltim Irianto Lambrie belum lama ini di Setprov Kaltim. Dijelaskannya, itulah merupakan upaya-upaya yang dilakukan agar instrumen-instrumen pembinaan karakter pegawai dapat lebih baik ke depannya. Di samping itu juga, lanjutnya, Pemprov Kaltim dalam upaya melakukan pembinaan karakter pegawai juga melakukan pembinaan seni, misalnya. “Mungkin ada bernyanyi bersama. Mendengarkan lagu atau kegiatan-kegiatan kesenian lainnya. Di samping itu adalah upaya kita untuk memberikan pelatihan-pelatihan. Bahkan mengundang para motivator, termasuk mengundang para penceramah yang bagus. Tujuannya, tidak lain untuk membangun karakter pegawai ini,” jelasnya. Setelah adanya pembinaan tersebut, kemudian selanjutnya adalah penerapan yang harus dilakukan seluruh pegawai. Oleh karena itu, untuk penerapan tersebut, sedianya dari pimpinan SKPD bisa memberikan contoh yang baik bagi bawahannya. “Misalnnya dalam hal disiplin. Jika dia yang memegang absen, tentunya dia harus turun lebih dulu. Jadi, mereka harus memberikan contoh langsung,” sambungnya. Menurutnya, jika pemimpin tidak memberikan contoh yang baik, tentu bawahan akan mengikutinya. Namun, jika pimpinan memberikan contoh yang baik, maka bawahan pun akan mengikutinya. “Jadi, itu sudah hukum dunia. Kalau dia turun siang terus, maka anak buahnya akan turun siang terus. Kemudian, apabila dia jarang di kantor, maka bawahannya juga jarang di kantor. Oleh karena itu, pimpinan harus memberikan contoh yang baik, apabila ingin membina karakter bawahannya,”papar Irianto Lambrie.mar/adv
|