Pendidikan Karakter Tidak Hanya Satu Pelajaran2011-10-27 00:32:46
SAMARINDA, Kepala Dinas Pendidikan Kaltim H Musyahrim menegaskan, untuk mewujudkan pendidikan karakter anak bangsa yang lebih baik ke depannya, terutama dalam lingkungan dunia pendidikan, khususnya bagi para pelajar. Maka, pendidikan karakter tidak hanya tergantung pada satu mata pelajaran saja. "Pendidikan karakter memang mendasar. Sebab, pendidikan karakter tersebut harus ditanamkan benar-benar, seperti berbudaya, budi pekerti, tata kerama, nilai-nilai bangsa Indonesia, akhlak, berbudi pekerti. Dan untuk mewujudkannya, tentu melalui proses pendidikan. Walaupun sebenarnya pendidikan karakter itu dimulai dalam rumah tangga penanamannya,”terang Musyahrim. Menurutnya, dalam implementasikan proses pendidikan, pendidikan karakter tersebut tidak bergantung pada satu mata pelajaran. Tetapi, pendidikan karakter bisa masuk pada seluruh mata pelajaran. “Cuma porsinya saja ada yang lebih besar. Misalnya, pendidikan agama dan PKN. Di pendidikan mata pelajaran tersebut harus lebih besar diajarkan pendidikan karakter, yakni dia harus fokus,” jelasnya. Di luar itu, lanjut Musyahrim, pendidikan karakter juga diharapkan dapat diterima melalui ekstrakurikuler, seperti olahraga, seni dan pramuka. Bahkan, Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak telah menginstruksikan seluruh Kepala SKPD di Lingkungan Pemprov Kaltim dan Kepala Daerah di Kaltim agar menggiatkan kepramukaan. Sebab, dengan menggalakkan kepramukaan, maka proses pendidikan karakter langsung diterima seluruh para pegawai, terutama para pelajar. “Bahkan, seluruh SKPD dapat menjadi pembina gugus-gugus depan. Mengapa demikian, karena kepramukaan lah yang dapat memberikan manfaat langsung untuk pendidikan karakter tersebut, yakni langsung dipraktekkan,” timpalnya. Oleh karena itu, diharapkan dengan adanya kegiatan pembinaan tersebut, maka pendidikan karakter bagi para pelajar dapat diterima dan diatasi.mar/adv
|