Wagub: Harus Memberikan Keteladanan Yang Baik2011-10-27 00:33:31
SAMARINDA, Wakil Gubernur Kalimantan Timur H Farid Wadjdy menegaskan, sebagai orang yang memiliki banyak pengalaman dalam organisasi pemuda dan remaja masjid baik di organisasi Ikatan Remaja Masjid (Irma) maupun Ikatan Remaja Langgar (Irla), maka IKA-Prima harus bisa memberikan bimbingan, contoh dan keteladanan yang baik kepada organisasi tersebut. "Karenanya, program yang dibuat haruslah mengarah pada pemberdayaan umat khususnya generasi muda Islam. Antara lain, menggerakkan kembali kegiatan baca-tulis Al Qur’an melalui Taman Kanak-Kanak (TK) atau Taman Pengajian Al Qur’an (TPA) di lingkungan sekiar," jelas Farid Wadjdy pada Pelantikan PW Ika Prima Kaltim di Aula Kesatuan Bangsa Badan Kesbangpol Kaltim, Selasa (25/10). Menurutnya, mencetak guru-guru di bidang pendidikan agama Islam dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) guru-guru TK/TP Al Qur’an, mengaktifkan kegiatan pengajian, dialog dan diskusi keagamaan. Termasuk dakwah serta menggerakkan kegiatan ekonomi produktif di sekitar masjid atau langgar. Melaksanakan kegiatan seni budaya Islam, olahraga, pencegahan Narkoba dan HIV/AIDS. Membantu keamanan dan ketertiban masyarakat serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. “IKA-Prima secara moral harus bertanggung jawab terhadap kondisi keagamaan umat Islam yang menurun saat ini. Untuk itu, organisasi harus bisa bekerja keras membangkitkan kembali aktivitas keagamaan khususnya di lingkungan sekitarnya,” jelasnya. Selain itu, organisasi ini harus jeli melihat perubahan dan dinamika yang terjadi untuk kemudian bersama-sama dengan organisasi kemasyarakatan lainnya terutama generasi muda Islam untuk berupaya memecahkan setiap permasalahan di masyarakat. “Kondisi saat ini sudah sangat jauh berubah dan berbeda. Karenanya, dalam memberikan bimbingan dan keteladanan, IKA-Prima jangan mengukur atau membandingkan kondisi ini. Tetapi mampu berkiprah sebagai motivator dan penggerak kebangkitan pemuda remaja masjid dan langgar melalui program-program yang telah ditetapkan,” ujar Farid Wadjdy. Apalagi, kepengurusan organisasi ini rata-rata sudah berusia dewasa, namun semasa muda banyak berkiprah dalam organisasi Irma atau Irla. Sehingga pantas masuk ke organisasi IKA-Prima, sekaligus menyiratkan bahwa semangat masih ada dan tidak akan pudar. Karenanya, melalui IKA-Prima ini diharapkan agar para alumni Irma dan Irla terus berupaya menghidupkan serta memberikan dorongan bagi keberadaan anak-anak remaja dan pemuda untuk senantiasa dekat dan mencintai rumah Allah. “Terlebih lagi, masjid atau langgar yang dalam beberapa tahun terakhir ini aktivitasnya mulai kendur. Sebab, terkalahkan dengan gerak gemerlap kehidupan duniawi yang penuh daya tarik dan membius generasi muda Islam,” jelasnya.mar/adv
|