Sukseskan Program KB dengan Mutu dan Kualitas PelayananDokter se Kukar Ikut Pelatihan Pelayanan Alat Kontrasepsi
2011-10-27 00:52:15
TENGGARONG,Dalam rangka menyukseskan program Keluarga Berencana (KB) dibutuhkan mutu pelayanan dan kualitas alat kontrasepsi yang digunakan, demi memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi masyarakat. Mengingat hal itu, Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKBP3A) Kutai Kartanegara mengadakan pelatihan pemasangan pencabutan IUD dan Implant bagi dokter se Kukar, Senin (24/10) lalu di Aula Aset Gedung Kembar Kantor Bupati . Kepala Bidang Keluarga Berencana, H Akhdar Rivai dalam pemaparannya saat membuka pelatihan mengatakan, program Keluarga Berencana terus dilaksanakan sampai pada generasi – generasi yang akan datang. Menurut Ahkdar, mungkin lebih dari 120 juta perempuan diseluruh dunia atau mungkin 1.200 orang perempuan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara yang ingin mencegah kehamilan. Namun kebanyakan menginginkan mutu pelayanan dan menggunakan alat kontrasepsi yang berkualitas sesuai dengan persyaratan medis, sehingga mereka merasa terayomi serta terhindar dari komplikasi dan merasa sudah mantap dengan kontrasepsi yang akan dipakai. "Untuk itulah pelatihan pemasangan pencabutan Implant dan IUD sangat diperlukan, karena legitimimasi dalam program KB sangat diperlukan dan hal tersebut sangat berkaitan dengan pelaksanaan pelayanan KB, baik di klinik KB di puskesmas, rumah sakit umum dan dokter praktek swasta yang ada di Kukar," terang Akhdar Rivai. Menyangkut masalah pelayanan KB, lanjut Akhdar, berarti hal tersebut erat hubungannya dengan tenaga kesehatan serta penyediaan alat kontrasepsi, karena tenaga medislah teknis yang melakukan pemasangan implant dan IUD. "Kegiatan ini juga merupakan salah satu kegiatan untuk mendukung Gerang Raja, yaitu menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan SDM," ujarnya. Hal itu, lanjut Akhdar, sebagaimana rencana strategis program KB tahun 2010 sampai 2014 yang diarahkan untuk meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan pengendalian kependudukan dan program KB dalam mendukung terwujudnya visi dan misi yaitu penduduk tumbuh seimbang pada tahun 2015 dan mewujudkan pembangunan berwawasan kependudukan serta mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Dalam hal ini, tentunya diharapkan masyarakat memilih metode alat kontrasepsi terpilih seperti IUD atau metode kontrasepsi epektif jangka panjang seperti implant, IUD dan medis operasi. Ketua panitia penyelenggara pelatihan, Aji Egi Wahyuni Rezeki dalam laporannya mengatakan, pelatihan diikuti 20 orang dokter se Kukar, dengan tujuan memberikan tambahan pengetahuan bagi dokter yang akan meningkatkan kecakapan dan peningkatan kualitas pelayanan KB dan memberikan kenyamanan serta perlindungan terhadap akseptor, agar terhindar dari komplikasi. Pelatihan berlangsung 6 hari yakni mulai 23-28 Oktober 2011 dengan pemateri Drs M Takdir dari BKKBN Samarinda dan Dr sapardi Spog dari Pusat Pelatihan Klinik Sekunder (P2KS). yd
|