Bupati Minta Kesadaran Perusahaan Perkebunan2011-10-28 23:28:42
TANJUNG REDEB, Bupati Berau Drs Makmur HAPK MM mengingatkan kepada perusahaan perkebunan untuk dapat memperhatikan operasional mereka di jalan. Dimana salah satu penyebab kerusakan jalan di Berau bersumber dari operasional kendaraan truk pengangkut sawit yang melebihi kapasitas ketahanan badan jalan. “Kita sadari keberadaan investor turut mendukung pembangunan daerah, namun di sisi lain jika hal itu tidak dibarengi dengan perhatian terhadap kondisi infrastruktur maka berakibat pada hambatan bagi masyarakat termasuk perusahaan itu sendiri nantinya,” tegas Bupati. Salah satu contoh disebutkan Bupati, jalan penghubung Kecamatan di Talisayan. Kerusakan badan jalan sudah sangat banyak terlihat dan menggangu kelancaran berkendara. Hal itu disampaikan Bupati saat mengunjungi kegiatan masyarakat Talisayan untuk panen Pedet atau anak sapi (26/10). Bupati menginstruksikan kepada kepala kampung, lurah, camat, Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian untuk koordinasi menekan kerusakan jalan akibat operasional kendaraan pengangkut Tandan Buah Segar (TDS) sawit. “Sebab saya lihat sendiri yang mengangkut sawit itu melebihi kapasitas diatas ketahanan badan jalan, tolong perusahaan bisa lebih bijak sedikit mengenai hal ini,” ujar Bupati lagi. Hal senada juga disampaikan anggota DPRD Berau Daerah Pemilihan (Dapil) Talisayan, Burhanuddin. Agar kondisi jalan tak semakin parah, Dinas perhubungan Berau diminta Burhanudin, Ketua Komisi III untuk memperketat razia di daerah tersebut, dan berharap Dinas Perhubungan (Dishub) Berau juga membangun jembatan timbang. Tidak dapat disangkal, makin parahnya kondisi poros jalan tersebut diakibatnya truck yang melintas di daerah tersebut muatannya selalu melebihi Maksimal Sumbu Terberat (MST), khususnya truck pengangkut Tandan Buah Segar (TDS) sawit dari perkebunan menuju pabrik pengolahan. Mengenai hal ini,yang kian memprihatinkan meminta secepatnya penanganan ini direalisasikan. “Jika tidak apa yang sudah dibangun ini akan semakin bertambah parah, sangat disayangkan anggaran APBD Berau untuk membangun, dan memperbaiki dirusak akibat operasional perusahaan namun tidak ada tanggung jawab dan perhatian dari perusahaan,” ungkap Buyan biasa pria ini disapa. Mengingat tonase jalan dimaksud hanya berkisar 3 hingga 5 ton. Makin parahnya kondisi jalan tersebut disebabkan adanya truck yang mengangkut barang melebihi kapasitas yang sudah ditentukan, khususnya trcuk CPO. “Kami minta truck CPO tersebut mengurangi beban muatannya, maksimal muatan 5 ton, karena karena maksimal poros jalan hanya sebatas itu. Jadi kalau truck muatan bebannya mencapai antara 10 ton hingga 15 ton, apa nggak tambah merusak jalan,” tegasnya. as
|