Jelang Idul Adha Kesehatan Hewan Dipantau2011-10-28 23:37:25
SAMARINDA,Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Samarinda intensifkan pemeriksaan kesehatan hewan, khususnya di titik-titik lokasi penjualan yang tersebar di seluruh kawasan kecamatan se Kota Samarinda. “Pemeriksaan seperti ini sebenarnya sudah rutin dilakukan secara berkala karena memang merupakan bagian dari tufoksi Dinas Peternakan, namun menjelang hari besar khususnya hari Raya Qurban seperti ini intensitasnya lebih ditingkatkan,” terang Kasi Perlindungan dan Pengawasan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Kota Samarinda. Drh Jumiati disela kegiatan pemeriksaan di salah satu lokasi Kecamatan Samarinda Utara, Kamis (27/10). Menurutnya, pihaknya sudah memantau di sejumlah lokasi penjualan di kecamatan lain. Hasilnya dari seluruh sample yang diambil tersebut menurut Jumiati adalah negatif, namun demikian pihaknya tetap melakukan pemantauan ”Sejauh ini tidak ada yang bermasalah, kalaupun ada seperti halnya sakit gatal-gatal yang ditemui pada hewan kambing kondisinya tidak sampai membahayakan dalam arti masih layak konsumsi,” tandasnya. Tentang kesehatan hewan ternak ini Jumiati meyakinkan setiap hewan yang masuk dalam wilayah kota Samarinda sebelumnya telah melalui proses karantina, ini dilakukan sebagai upaya pencegahan awal terindikasinya penyakit serta untuk kelengkapan sertifikasi. ”Jadi sepanjang hewan-hewan yang dijual tersebut dilengkapi sertifikat berarti aman untuk dikonsumsi,”imbuhnya. Diluar dari masalah kesehatannya, jumlah ketersediaan stok hewan ternak di Kota Samarinda saat ini pun turut menjadi perhatian Disnakan, dimana sesuai data yang ada saat ini menurut Kasi Bina Usaha Rudiyanto, jumlah stok hewan ternak untuk komoditi sapi mencapai 1.749 ekor atau sekitar 157.451 kg. Sedangkan untuk jenis kambing stok yang ada saat ini adalah 1.284 ekor atau sekitar 25.112 kg. ”Sementara kebutuhan untuk komoditi sapi di Kota Samarinda hanya berkisar 1.553 ekor atau sekitar 139.766 kl, sementara kambing jumlah kebutuhannya adalah sekitar 1.284 ekor stok terserdia sebanyak 1173 ekor,” katanya. Sejauh ini ketersediaan hewan ternak tersebut menurut Rudi kebanyakan memang masih dipasok dari luar daerah seperti NTB dan Sulawesi, dan dari Madura, Palu dan Sulawesi Tenggara untuk komoditi kambing. Pasokan dari luar ini dilakukan menurut Rudi karena sejauh ini peternak lokal baru mampu memenuhi lebih kurang 15 % kebutuhan pasar. Adapun kisaran harga jual untuk komoditi sapi dengan standar berat antara 80-90 kg saat ini adalah Rp 12 juta, sedangkan kambing bobot 20-40 kg dipatok Rp 2 hingga Rp 4 juta.john
|