Lelyanti: Selatan Kaltim Juga Butuh Perhatian2011-10-31 22:38:14
SAMARINDA,Anggota DPRD Kaltim Daerah Pemilihan (Dapil) II Balikpapan, Penajam Paser Utara dan Paser, Lelyanti Ilyas mengharapkan perhatian terhadap pembangunan wilayah Selatan Kaltim bisa ditingkatkan lagi sehingga pemerataan pembangunan semua kawasan dapat terwujud. Menurut politisi PKS ini, sekarang Pemerintah terlalu fokus memperhatikan pengembangan pembangunan di daerah Utara Kaltim, sehingga daerah Selatan Kaltim kurang mendapat perhatian. "Sangat disayangkan, ketika Pemprov Kaltim sedang gencar-gencarnya memperhatikan pengembangan pembangunan di utara malah daerah di selatan Kaltim luput dari perhatian," katanya, kemarin. Lelyanti menyebutkan, masih ada daerah terisolir dan memprihatinkan di salah satu Desa di Kabupaten Paser yang membutuhkan perhatian dari Pemerintah. Contohnya seperti Desa Air Mati yang mengalami kesulitan air dan pelayanan kesehatan. "Untuk itu pemerataan kesehatan dengan adanya Puskesmas 24 jam sangat dibutuhkan di sana. Karena jauh dari rumah sakit, keberadaan Puskesmas 24 jam dibutukan untuk layanan rawat inap pasien," katanya. Politisi yang juga aktif berdakwah ini berharap agar Puskesmas 24 Jam dilengkapi tenaga medis yang andal, juga peralatan medis dan infrastruktur yang baik, sehingga pelayanannya prima. "Untuk itu kami minta kepada Dinas Kesehatan untuk mengajukan program pembangunan Puskesmas 24 jam ini ke DPRD Kaltim, supaya dapat dianggarkan dan program pengadaan Puskesmas 24 jam merata di seluruh daerah di Kaltim dapat terealisasi," harapnya. Ditambahkannya, untuk daerah Selatan Kaltim hanya Balikpapan saja yang memiliki pembangunan dan infrastruktur yang baik. Sementara 2 daerah lainnnya jauh dari kondisi itu. "Kami akui pembangunan yang dilakukan Pemda setempat (Pemerintah Kota Balikpapan, Red) memang baik, baik dari pembangunan jalan maupun penganggulangan banjir tapi sayang itu tidak untuk PPU dan Pasir," ujarnya. Lelyanti memaparkan dari dua daerah tersebut, yaitu PPU dan Paser, banyak proyek-proyek pembangun jalan provinsi yang kurang mendapat perhatian, tidak tuntas, berlubang dan putus-putus, seperti yang terdapat pada jalur jalan antara Long Ikis dan Paser. "Menurut paparan Pemkab PPU dan Paser hal itu akibat APBD mereka yang sangat minim. Sehingga mereka tidak bisa melakukan pembangunan yang maksimal. Tidak hanya dari segi infrastruktur, namun juga dari segi kesehatan dan pendidikan, juga minim," katanya. hms/adv
|