Dewan Pesimis Pelayanan Pembuatan e-KTP Tepat Waktu2011-10-31 22:40:09
SAMARINDA,Anggota DPRD Kota Samarinda, H Ja'far Abdul Gaffar pesimis pelayanan pembuatan kartu tanda penduduk eleketronik (e-KTP) 2011 yang ditarget Pemkot selesai Desember 2011 mendatang. Pelayanan ini akan terkendala dengan pendataan penduduk dan keterbatasan peralatan pembuatan e-KTP. "Beberapa hal yang menjadi dasar keraguan saya yakni soal pendataan jumlah penduduk dan keterbatasan peralatan pembuatan e-KTP," kata Ja'far Abdul Gaffar, Minggu (30/10) kemarin. Dia menilai, pelayanan pembuatan e-KTP belum mendekati masyarakat. Pasalnya, perangkat yang digunakan untuk memasukkan identitas wajib KTP justru berada di kantor kecamatan, sehingga warga yang tinggal jauh dari kantor camat harus mengeluarkan biaya transportasi lagi. "Tentu ini akan menjadi kendala tersendiri bagi pelayanan pembuatan e-KTP nanti," kata dia. Menurutnya, kelengkapan dan kelancaran pembuatan e-KTP mutlak diperlukan. Kesiapan alat ini, lanjutnya, juga harus didukung dengan kemampuan SDM dalam mengoperasikan alat. "Tidak semua masyarakat paham tentang keinginan pemerintah. Termasuk pembuatan e-KTP ini. Untuk itu harus dilakukan sosialisasi menyeluruh," kata dia. Pemkot melalui Wakil Walikota Samarinda, H Nusyirwan Ismail, telah memberikan target bahwa pada Desember 2011 pelayanan pembuatan e-KTP telah selesai. Terhadap hal ini, politisi Golkar ini menyatakan rasa pesimisnya. "Masih banyak masalah terhadap pelayananan pembuatan e-KTP ini. Diantara soal tumpang tindihnya data penduduk. Tanpa adanya data yang sempurna maka tetap saja menjadi masalah. Belum lagi warga yang memang sejak awal tak memilki KTP. Ini juga harus disikapi pemerintah," katanya. Walaupun hasil pemantauan pelaksanaan di lapangan berjalan lancar, tetapi ia akan tetap mendesak pemerintah pusat untuk menambah perangkat agar masyarakat yang berdomisili jauh dari kecamatan tidak harus mengeluarkan biaya tambahan. Artinya seluruh warga, meski tinggal di daerah terpencil harus dilayani, semisal dengan mengoperasikan kendaraan lengkap dengan perangkat e-KTP. "Yang paling dibutuhkan saat ini sosialisasi secara terus-menerus arti pentingnya penerapan e-KTP, sebagai program strategis nasional untuk pemutakhiran data kependudukan dan penerbitan nomor induk kependudukan," ungkapnya dengan tegas. Sosialisasi, kata dia, tidak hanya dilakukan pada saat aparat menggelar layanan jemput bola dokumen kependudukan, tetapi juga pada berbagai kesempatan. "Dengan cara seperti ini, diharapkan begitu elektronik KTP diberlakukan, semua warga sudah siap dan mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk mengganti KTP lama dengan KTP baru. Termasuk beberapa kelebihan dari KTP elektronik," pungkasnya. aon
|