Gubernur Resmikan Gedung GPSG RS DirgahayuJangan Hanya Berorientasi Pada Kepentingan Bisnis
2011-11-02 00:07:09
SAMARINDA,Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak mengatakan, Pemprov Kaltim sangat menghargai partisipasi kalangan pengusaha dan masyarakat di daerah ini, yang menaruh perhatian pada perkembangan dan pembangunan rumah sakit. Namun demikian saya mengimbau kiranya manajemen rumah sakit, tidak semata-mata berorientasi kepada kepentingan bisnis dalam mengoperasionalkannya. "Tetapi hendaknya juga mengedepankan fungsi sosial, sehingga bagi para pasien yang tidak mampu juga dapat kemudahan dan terlayani dengan baik. Dan kepada pimpinan dan pengelola RS Dirgahayu di Samarinda beserta jajarannya, saya juga mengharapkan agar bangunan dan perlengkapan medis yang ada di rumah sakit ini dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik sebaik-baiknya, guna menunjang pelayanan prima di suatu rumah sakit, yaitu pelayanan kesehatan yang tepat, cepat dan profesional,"papar Awang Faroek Ishak dalam acara peresmian Gedung Perawatan Santo Gabriel (GPSG RS) Dirgahayu Samarinda, yang ditandai dengan pengguntingan pita, Selasa (1/11). Hal yang sama lanjut Awang, ditujukan kepada para dokter, perawat dan paramedis agar dapat menggunakan gedung, ruangan dan peralatan yang ada di Gedung Perawatan Santo Gabriel yang baru ini dengan sebaik-baiknya, dan terus berusaha meningkatkan SDM sesuai dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedokteran yang dewasa ini perkembangannya sangat pesat. "Pada kesempatan yang baik ini perlu disampaikan bahwa selaku Gubernur baru untuk periode 2008-2013, dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan, juga telah membuat visi dan misi yang berpihak pada pembangunan kesehatan. Dan kita patut bersyukur karena capaian pembangunan di bidang kesehatan selama ini sudah menunjukkan hasil yang memuaskan,"kata Awang. Ditambahkan, walaupun sudah mencapai sejumlah prestasi, akan tetapi Kaltim masih menghadapi permasalahan kesehatan. Antara lain prevalensi penyakit malaria yang disebabkan kondisi geografis Kaltim dengan kawasan hutan yang luas yang merupakan daerah endemi malaria. Selain itu, prevalensi HIV/AIDS 1 persen yang berada di atas rata-rata Nasional 0,2 persen juga merupakan masalah serius yang dihadapi Kaltim. "Permasalahan lainnya adalah keterbatasan tenaga medis, dimana rasio dokter dan rasio bidan masih jauh dari rata-rata rasio Nasional,"tandasnya. Untuk itu, kata Awang, dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat berpeng-hasilan rendah dan jauh dari akses pelayanan rumah sakit terutama masyarakat di daerah pedalaman, terpencil dan perbatasan, Pemprov Kaltim telah membantu upaya peningkatan pelayanan Puskesmas 24 Jam sebanyak 49 Puskesmas yang tersebar di 14 kabupaten/kota, di antaranya terdapat 10 Puskesmas 24 jam di daerah perbatasan. mar
|