Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan Daging2011-11-02 00:09:50
SAMARINDA, Menjelang Hari Raya Idul Adha, konsumsi daging di Kaltim dipastikan meningkat secara signifikan. Hal itu dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha nakal untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan konsumen. Untuk mengatasi persoalan tersebut pemerintah diminta perketat pengawasan daging khususnya jalur ke luar masuknya sapi yang sebagian besar berasal dari luar daerah. Hal tersebut diungkapkan anggota DPRD Kaltim, Zain Taufik Nurrohman. Menurut dia, konsumsi daging sapi di Kaltim cukup besar yakni mencapai 35 ribu ekor sapi per tahun, semua itu belum termasuk pada Idul Adha yang bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat. Diperlukan perhatian secara serius dari pemerintah melalui dinas terkait, agar sapi yang masuk ke Kaltim dapat dipastikan benar-benar sehat tidak mengidap penyakit yang dapat merugikan masyarkat. Selain itu pengawasan terhadap pedagang daging mentah baik di pasar tradisional maupun super market harus ditingkatkan, sebab banyak ditemukan kasus kecurangan tiap tahunnya. "Kasus pencampuran daging sapi dengan babi hingga daging yang berulat bahkan tertular penyakit masih sulit dihilangkan, untuk itu perlu kewaspadaan kita semua agar tidak menjadi korban," kata Zain. Salah satu program untuk mengurangi resiko daging yang berkualitas buruk adalah dengan mengembangkan peternakan sapi lokal, sehingga mempunyai efek penting dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan salah satu pilar pembangunan yakni pertanian dalam arti luas maka diharapkan program tersebut terlaksana di masa depan, sehingga Kaltim mampu swasembada daging. hms/adv
|
Baca Edisi Cetak Harian Umum Poskota Kaltim

KAMIS
New User Login
Video News
To watch this video, you need the latest
Flash-Player and active javascript in your browser.
Pasang iklan anda disini...
Iklan...
Baca Edisi Sebelumnya
Pasang iklan anda disini...