Dermaga Feri Penajam Segera Dibangun2011-11-03 15:57:08
Penajam, Moda transportasi masih jadi kendala besar di Penajam Paser Utara (PPU), salahsatunya kapal feri yang menghubungkan Penajam-Balikpapan menggunakan jalur laut, selama ini antrean selalu terjadi setiap hari, terutama malam sampai menjelang pagi sehingga mengakibatkan antrean panjang. Antrean ratusan kendaraan yang akan menyeberang mencapai 1 Km, mulai pintu masuk pelabuhan hingga terminal kota, perlu waktu tunggu berjam-jam sebelum dapat giliran masuk ke lambung kapal untuk diseberangkan. Pangkal masalah ini bersumber pada pelabuhan sandar yang hanya ada 1 dermaga ini dianggap tak ideal untuk melayani mobilitas 7 unit armada kapal feri yang ada, sebenarnya, jarak antara pelabuhan Penajam-Balikpapan cukup ditempuh dalam waktu 45 menit tapi untuk bisa merapat ke dermaga, kapal harus menunggu giliran 1-2 kapal di depannya. Dan itu berarti harus menunggu sampai satu sampai dua jam, belum lagi menunggu masa bongkar muatan yang membutuhkan waktu 30 menit. Kepala Cabang PT ASDP Balikpapan, Wisnu Tjahyono, kepada media ini menghakui ada kendala didua sisi pelabuhan feri itu, pertama di pelabuhan Kariangau ada 7 kapal feri beroperasi rotin dengan sistim 7 : 1, artinya ada tujuh kapal beroperasi dan satunya stand by, begitu setiap hari. Di sisi pelabuhan feri Penajam memang hanya ada satu pelabuhan, kalau di pelabuhan Kariangau bisa menggunakan dua pelabuhan dan kini satu dermaga permanen bakal akan tuntas tahun depan, sedangkan di pelabuhan Penajam hanya ada satu pelabuhan saja sehingga terjadi antrean panjang baik disisi darat maupun dilaut. Didampingi Kepala ASDP Penajam, Zainal Abidin, mengatakan kendala lain adalah rencana pembangunan pelabuhan feri di Penajam belum bisa terwujud karena ada masalah internal dipelabuhan berkaitan pembebasan lahan, selain itu adana yang dibutuhkan sekitar Rp. 250 juta masih belum terpecahkan karena permohonan ke PT ASDP Pusat belum mendapat jawaban. Menurut Wisnu, pelabuhan Penajam membutuhkan dana Rp 250 juta, itu baru untuk pembebasan lahan saja sedangkan dana yang siap sebesar Rp. 100 juta dari kontraktor sudah ada, tinggal Rp. 150 juta yang masih kita carikan sumbernya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kekurangan dana itu sudah bisa ada jawabannya. Ditanya pelabuhan feri tambahan di Pelabuhan Kariangau kini belum dilanjytkan, Wisnu mengatakan itu bukan pekerjaan PT ASDDP tapi dari APBN dan dikerjakan oleh Dirjen Hubda melalui UPT Perhubungan di Kaltim, sedangkan di Penajam memang akan kami bangun namun belum bisa secepatnya. Masih menurut Wisnu, untuk mengatasi masalah ini, ASDP melalui Kementerian Perhubungan dalam waktu dekat akan menambah dermaga menjadi 2 bentang, jika dermaga tambahan ini sudah selesai, dijamin tak ada lagi antrean panjang. bahkan jumlah armada bisa ditambah menjadi 8-10 unit, dengan kapasitas trip lebih tinggi lagi.max
|