Kaltim-Jogja Jalin Kerjasama2011-11-03 16:13:09
SAMARINDA,Pariwisata di Provinsi Kaltim dinilai masih tertinggal jauh dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Padahal Kaltim memiliki objek wisata yang tak kalah menarik. Untuk itu diperlukan pengembangan optimal sehingga bisa memajukan pariwisata, yang nantinya bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD). Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andarias P Sirenden ketika memimpin rombongan komisi IV DPRD Kaltim melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Pariwisata Jogjakarta, belum lama ini. Menurut politisi dari Partai Hanura ini, sudah seharusnya Kaltim lebih maksimal mengembangkan sektor pariwisata. Jangan sampai hanya bergantung pada sumber daya alam (SDA) saja. Padahal SDA merupakan sektor yang tidak dapat diperbarui, sehingga dalam hitungan waktu saja bisa habis. "Sementara sektor pariwisata ini, jika dikelola secara baik dan profesional maka akan selalu ada selamanya sampai anak cucu kita," kata Andarias. Rombongan yang mengikuti kunjungan kerja ke Jogjakarta yakni, Hj Encik Widyani (Partai Golkar), Abdul Djalil Fatah (Partai Golkar), HA Waris Husain (Partai Patriot), Zain Taufik Nurrohman (PAN), Masitah (PPP), Yakob Ukung (Gerindra), Maria Margaretha Rini Puspa (PDS), dan Chairiyah Budiman (Partai Demokrat). "Kedatangan kami ini adalah untuk mencari masukan pariwisata yang bisa dikembangkan di Kaltim," kata Andarias. Untuk diketahui saja, lanjut Andarias, Kaltim sangat minim infrastruktur. Namun komisi IV memiliki program untuk pengembangan pariwisata ini adalah melibatkan swasta untuk mengelola sektor wisata, kemudian DPRD akan merumuskan rancangan peraturan daerah untuk pengembangan wisata daerah menjadi perda induk. "Yang terpenting adalah adanya kerja sama secara budaya dengan Jogjakarta," tandasnya. Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Jogjakarta, Tazbir, mengatakan untuk kerja sama pengembangan pariwisata sebenarnya sudah dilakukan antara Kaltim-Jogjakarta. Bahkan, sudah dilakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding/Nota Kesepakatan, Red.) untuk kerja sama pengembangan wisata ini. "Jadi tinggal ditindaklanjuti saja MoU yang pernah ada. Kami (Jogjakarta, Red) selalu siap menjalin kerja sama itu," kata Tazbir. Diakuinya, Kaltim sangat berpotensi untuk pengembangan pariwisata, lantaran memiliki areal yang luas. Sedangkan Jogjakarta lahannya sangat terbatas, namun diupayakan secara maksimal untuk pengembangan pariwisata ini. Tazbir mengatakan, yang harus dilakukan untuk pengembangan pariwisata ini adalah akses ke tempat wisatanya. "Kuncinya ada di Departemen Perhubungan. Usulkan untuk membangun bandara-bandara perintis sebanyak-banyaknya sebagai akses transportasi, khususnya di wilayah yang tidak bisa dilalui jalan darat maupun sungai," ujarnya. hms/adv
|