Cegah Masalah Sosial Melalui Pertemuan2011-11-03 16:15:47
SAMARINDA,Mencegah dan menekan dan menanggulangi masalah sosial yang tumbuh dan berkembang di lingkungan lokal, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan menuntut pula peran serta seluruh anggota masyarakat, terutama dalam hal menggali dan memanfaatkan potensi masyarakat agar dapat diarahkan pada suatu kegiatan yang dapat mengurangi dampak dari permasalahan kesejahteraan sosial yang cenderung terus meningkat dalam waktu belakangan ini. Guna mewujudkan satu sinergi antar sesama lembaga sosial, dunia usaha, masyarakat, terlebih dengan pemerintah, dalam menangani persoalan tersebut, belum lama ini dibawah koordinasi Dinas Kesejahteraan sosial Kota Samarinda dilaksanakan kegiatan pertemuan jaringan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) di beberapa kelurahan kawasan Kecamatan Samarinda Ilir, dengan melibatkan kelompok Pengajian, Yasinan, Syalawatan, Rukun Kematian, Karang Taruna, Paguyuban Kelompok Kesenian, Kelompok Usaha Bersama dan lain-lain. “Kegiatan ini program Kementrian Sosial RI yang diturunkan melalui Dinas Sosial Propinsi Kaltim, kemudian dilaksanakan Dinas Kesejahteraan Sosial Kota,” jelas Kadis Kesejahteraan Sosial Kota Samarinda H Sulaeman Sade. Pertemuan ini menurutnya upaya bimbingan pihaknya kepada WKSBM agar dapat mendayagunakan semaksimal mungkin potensi dan sumber kesejahteraan sosial masyarakat setempat. “Karena bila memang ingin digali sesungguhnya masyarakat kita memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa dalam hal kepedulian sosial, namun pendayagunaannya terkadang dimanfaatkan orang luar lingkungan seperti peminta-minta sumbangan yang datang ke rumah-rumah,” tutur Sulaeman. Dan untuk mendorong terlaksananya peran aktif masyarakat dalam hal ini, menurut Kabid Pemberdayaan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial Dinas Kessos Samarinda, Drs Syahdin selaku nara sumber, ada beberapa indikator yang harus dimiliki. Yaitu adanya kepedulian masyarakat terhadap kelompok rentan miskin dan penyandang masalah sosial yang main membaik, adanya peningkatan partisifasi masyarakat dalam organisasi, kemudian adanya tingkat pengendalian konflik sosial yang baik, serta membaiknya pula kearifan dalam memelihara sumber daya alam.john.
|